Wednesday, 30 April 2008

Oli Netes Terus

From: Nurwiyantara
To: martin48@indosat.net.id
Sent:
Wednesday, September 26, 2007 11:13 AM
Subject: Starlet 1.3 SE '91 - netes

Dh,
Siang Pak Martin......

Saya selalu ikuti rubrik Anda di Suara Merdeka, bagus sekali tuh Pak..Saya pengin menanyakan permasalahan mobil saya, toyota starlet 1.3 SE tahun 1991. Beberapa waktu yang lalu saya bawa keluar kota, saya cek awal keberangkatan ( Semarang ) oli mesin full ( batas yang dianjurkan ) namun sampai di daerah Klaten saya cek oli habis (tinggal sedikit). Sepertinya ada kebocoran oli mesin neh Pak Martin...Sering netes.. Gimana solusi nya ? Apakah harus ganti spare parts mengingat mobil tua / 1991 )? Saya pengin ganti mobil ( jenis sedan ) dengan budget 40 jutaan, kira2 mobil apa ya Pak yang bagus ( merek toyota atau honda ) Sebelumnya kami ucapkan terima kasih.

Hormat dan Salam,
nwi

From: Martin T Teiseran
Sent:
Friday, September 28, 2007 10:50 AM
Subject: Re: Starlet 1.3 SE '91 - netes

Sdr Nurwiyantara, terima kasih, diikuti terus lho tulisannya, kalau tidak saya menjadi kurang semangat ............

Nah itu, di blog saya pernah tulis artikel tentang oli netes di garasi, sekarang coba buka filenya. Mestinya tahun mobil tahun 1991 sih masih baik kalau di rawat. Dengan duit 3 juta rupiah mungkin sudah bisa pulih kembali. Namun kalau mau beli mobil seken 40 juta, saran saya beli tahun 2000 keatas dan bisa dapat Soluna, karena suku cadangnya lebih murah. Sekarang nampaknya dengan 40 juaan sudah tidak dapat Soluna, maklum mobil yang irit sekarang lagi naik daun. Salam hormat saya

From: "joko noto" <
sultan00@india.com>
Sent: Thursday, October
04, 2007 9:37 PM
Subject: Mobil 25 Juta

Pak Martin, saya ingin membeli mobil tapi anggaran dananya maksimal 25 juta, menurut bapak saya harus beli yang mereknya apa dan modelnya apa, karena saya masih awam terhadap mobil, sebelumnya saya ucapkan terima kasih

From: "Martin T Teiseran" <martin48@indosat.net.id>
Sent:
Friday, October 05, 2007 5:46 AM
Subject: Re: Mobil <>

Untuk dana sekian itu yang penting cari mobil agak baru made in Korea itu murah- murah. Tapi yang harga 25 juta mungkin masih susah. Minibus Suzuki Cary tahun 2000 mungkin bisa, kalau lebih murah Daihatsu Zebra. Kalau sedan merk Daihatsu. Toyota Corolla GL atau SE juga mesinnya cukup baik. Kalau mau beli ajak teknisi, karena seharga ini bisa merembeng dan jarak tempuhnya sudah lumayan jauh.



Tuesday, 29 April 2008

From: Felix Erik
Sent:
Thursday, September 20, 2007 5:54 PM

Subject: Konsultasi Oto SM

Halo mr Martin. Saya mau tanya nih Jazz saya (2004 Honda Jazz i-dsi) di pintu depan bagian kiri dan kanan muncul bercak2 karat (saya sertakan fotonya). Bagaimana cara menghilangkan bercak tersebut? Apakah bercak tersebut akan segera menyebar ke seluruh daleman besi layaknya kanker? Apa yang dapat saya lakukan agar karat tersebut hilang secara sempurna dan permanen? Perlukah saya mengganti pintu baru? Berapakah harga pintu baru (asli),apakah termasuk cat atau tidak? Sebagai catatan, saya tinggal di Tanahmas (jelas sekali kan penyebabnya, Hehe!). Terimakasih atas jawabannya dan,saya juga mohon agar jawabannya juga dikirimkan melalui e-mail saya. Karena saya jarang baca koran. Felix Erik

Jawab: Setelah saya mengamati foto yang disertakan pada email anda, saran saya agar segera perbaiki biang kropos yang sedang terjadi pada Jazz ini. Kalau tidak cepat di perbaiki bisa meremben. Kalau perbaiki biasanya teknisi mengganti lempengan besar jadi bukan hanya perbaiki yang sekitar kropos saja. Memang paling bagus ganti pintu baru, tetapi ini pasti lebih mahal. Namun mau rapih sebaiknya ganti saja pintu baru. Soal harga saya kurang tahu. Silahkan kunjungi bengkel Honda Cendrawasih Jl Siliwangi Semarang.

Tempat tinggal anda di Tanahmas Semarang yang menjadi daerah rembesan air laut, bisa menjadi menyebab, percepatan kropos pada plat body mobil anda. Bahkan saya pernah liat, chasispun ikut termakan karat.

From: Henugroho Puji Pamungkas

Sent: Wednesday, September 19, 2007 8:34 AM
Subject: Konsultasi OTO

Kepada Yth Bapak Martin T Teiseran

Kami punya kijang th.'95, bila dalam kondisi stasioner, mesin tidak bisa stabil/ tidak halus alias agak pincang ( tidak pakai AC ), kalo pake AC kadang-kadang masih pincang juga dalam kondisi stasioner, padahal sudah kami serviskan ke bengkel resmi nasmoco jl. Pemuda dan bengkel langganan kami di dekat rumah juga sudah di cek bengkel khusus karburator, kata bengkel nasmoco karena knalpot yg dari mesin sudah tidak standar/rising jadi harus diganti standar lagi, kata teman malah ada masalah di dalam mesin ( noken misalnya ), yang kami tanyakan kira-kira permasalahan tersebut penyebabnya apa dan bagaimana perbaikannya?

Atas perhatian Bapak, kami ucapkan banyak terimakasih

From: Martin T Teiseran

Sent: Wednesday, September 19, 2007 7:54 PM
Subject: Re: Konsultasi OTO

Saya sependapat dengan teknisi Nasmoco, bila mobil sudah diubah untuk keperluan racing maka stasionernya kasar, maunya hanya di RPM tinggi. Karena mengganti noken as yang membuat mesin berkarakter maunya RPM tinggi. Kalau mau ubah kembali ke standar, mesti kembalikan noken as (camshaft nya) yang lama, bisa sih beli yang baru. Pengaruh kenalpot saya pikir kecil, kecuali ada yang bocor dibagian manifold sehingga gas buang terisap kembali ke mesin.

Monday, 28 April 2008

CATATAN UNTUK PENGEMUDI

Kedaulatan Rakyat 1992

Beberapa tahun yang lalu penulis menumpang sebuah taksi di kota Macao (Makao), kota jajahan Purtugal di daratan Cina yang katanya segala macam ada mulai dari tempat ibadah sampai tempat maksiat dan perjudian. Rasanya seperti tumpang tindih, hal itu sekilas penulis alami waktu mau pergi ke toelet laki-laki. Bukan kepalang tanggung joroknya. Tidak hanya bau kencing yang menyen­gat hidung tetapi di sana sini tumpang-tindih dengan kotoran manusia. Kata yang mengantar, katanya itu perbuatan orang mabuk.

Keluar dari toilet menumpang taksi maksudnya pergi melihat pintu gerbang Cina. Jarak yang hanya beberapa km, oleh sang sopir, mobil dilarikan seperti mengejar pesawat yang mau berang­kat. Belum lagi jalan yang sempit, dikiri kanan ada dahan-dahan pohon yang dipangkas yang ditinggalkan begitu saja, sehingga sang sopir berusaha menghindar sambil meliuk-liukan mobil. Begitu turun dari mobil, isi perut rasanya mau tumpah. Kata yang mengan­tar, begitulah watak sopir di kota ini. Pikirku, pengemudi ini mungkin pula sedang mabuk alkohol.

Lain halnya yang penulis alami tahun lalu di Tokyo. Dua hari di Tokyo tidak pernah mendengarkan bunyi klakson dan tidak mendengar orang mengumpat kesal kalau jalannya diminta. Biasanya yang satu mengalah dan membiarkan mobil itu melaju terus. Kejadi­an seperti ini biasanya karena di depan ada penyempitan lebar jalan atau sedan mau mendahului mobil truk. Menarik untuk dicatat adalah hak istimewa yang diberikan kepada penyebrang jalan. Di persimpangan di mana kendaraan boleh belok kiri, pengemudi memberhentikan mobil dan mempersilahkan penjalan kaki lebih dahulu menyeberang, tidak membunyikan klakson seperti mengusir anjing cepat lewat.

Terakhir penulis mengalami kecelakan di Osaka. Taksi yang yang ditumpangi dicium buntutnya oleh sedan lain. Kejadian ini agak istimewa, karena sedan itu meloncati jalur pemisah berukuran 30 x 30 cm yang terbuat dari beton, seperti halnya Kijang melom­pati pagar. Bisa dibayangkan besarnya benturan akibat loncatan itu. Penulis menduga, pengemudi itu menoleh ke sisi kiri mobil, tau-tau ia sadar mobilnya hampir mencium mobil disebelahnya. Maksud hati menekan rem, terlantur kaki menekan pedal gas. Yang penulis lihat kedua orang tua itu keluar dari mobil masing-masing, yang menabrak agak bingun, sedangkan yang punya taksi (68) omong sepertinya menggunakan bahasa "kromo". Beberapa saat kemudian polisi datang mengurus tampa didahului dengan baku hantam maupun perang mulut.

Sering kita dengar bahwa watak satu bangsa dapat terlihat pada bagaimana mereka mengemudikan mobil di jalan raya. Pengala­man di atas tentu tidak 100 % mewakili Warga Jepang atau Warga Macao.

Semakin banyaknya mobil dan motor yang berlalu lalang di jalan raya berarti semakin banyak pula pengemudinya. Karena semakin banyak pengemudi yang memerlukan SIM maka semakin berat syarat memperoleh SIM. Akhibatnya tentu dapat diduga, banyak pengemudi tanpa mengetahui cara mengemudi di jalan raya bisa mendapatkan SIM.

Berbicara dengan kaum tua, ceriteranya bisa panjang lebar tentang cara mendapatkan SIM, singkatnya sangat sulit. Katanya, dulu diajarkan sampai cara parkit, masuk persimpangan jalan, berapa jarak yang diperbolehkan antara 2 mobil yang berurutan. Sekarang yang ada tanda larangan saja dilanggar apalagi tidak ada tanda, katanya. Berikut ini ada beberapa saran bagi pengemudi untuk menghindari kecelakaan di jalan rara.

Jangan memakir mobil di persimpangan jalan, disamping bisa dikenai tilang juga berbahaya untuk mobil itu sendiri. Bisa jadi cat yang mulus tergores keserempet becak atau mobil lain. Hal ini juga sangat mengganggu pengguna jalan lain. Mobil yang akan membelok seharus lancar, bahkan sering menjadi macet.

Ingat klas jalan Anda. Beberapa tahun yang lalu terjadi kecelakaan di perempatan Monumen Yogya Kembali. Belum ada lampu pengatur lalu lintas. Kecelakaan itu terjadi karena yang menggu­nakan kelas lebih rendah maju terus sedangkan yang dari jalan lebih lebar merasa ia punya hak. Seharusnya yang berjalan di jalan yang lebih lebar memiliki kelasnya lebih tinggi sehingga diberi kesempatan lebih dahulu. Biasanya pengemudi secara atoma­tis merasa ia yang punya hak lebih dan inilah yang mengakibatkan kecelakaan.

Belum semua persimpangan jalan di Kota Yogyakarta diatur dengan lampu. Sangat berbahaya di beberapa ruas jalan yang memo­tong Selokan Mataram. Yang menggunakan ruas jalan menelusuri selokan harus hati-hati, karena klas jalannya lebih rendah dari jalan yang memotong selokan.

Jangan mendahului dari kiri karena dalam keadaan terpaksa sopir yang mau didahului membantingkan stirnya ke arah kiri mobil. Saat itu mungkin mobil Anda terpaksa menabrak pohon atau masuk selokan.

2008-04-29
Di negeri ini sangat mudah mendapatkan SIM, ini berebda di negeri maju. Orang mesti ikut kursus dan ujian yang ketat. Pelanggan lalu lintas bisa mengancam pencabutan lisensi pengemudi. Bahkan menabrak orang dan mati bisa dibatalkan ijin mengemudi seumur hidup. Maka di negeri Amerika umpamanya, orang sangat takut melanggar peraturan lalu lintas. 1997 saya pernah sebulan di Leisburg USA. Suatu hari saya berjalan jalan menelusuri trotoar, di suatu persimpangan jalan saya berlagak mau menyebrang walaupun jalanku perlahan saja. Jalan dimana saya mau lewati lampu masih hijau, maka kalau di negeri kita pengemudi bilang EGP (emang gua pikirin) kalo lu mau menyebrang. Tidak demikian pengalaman saya, mobil itu mengerem keras dan berhenti, agar saya bisa menyebrang. Mungkin dalam hati dia bilang mungkin ini orang gila.
Yah saya tentu tidak menyebrang karena saya bukan orang gila.

Jalan melanggar marka jalan, sungguh berbahaya. Karena setiap pengemudi beranggapan itu batas haknya. Kalau ada garis putus putus pada satu sisi, maka sisi itu boleh menyebrang tetapi harus aman, keselamatan ada di tangan anda. Tetapi sebaliknya yang berada di garis tanpa putus dilarang. Ingat polisi lalu lintas sedang berada di tempat tersembunyi untuk menangkap pelanggaran anda.

Sunday, 27 April 2008

Karimun Ganti Timing Belt?

From: Buddy Nugraha

Sent: Thursday, September 06, 2007 2:38 PM

Subject: Tanya Seputar Perawatan Mobil

Dengan hormat,

Saya adalah pengikut setia tulisan-tulisan Bapak di http://martin1948.blogspot.com. Terus terang membuat saya sangat terbantu dengan tulisan2 Bapak karena saya termasuk masih awam dalam masalah mobil terutama mesin.

Baru-baru ini saya membeli mobil seken merk Suzuki Karimun type GX tahun 2004. Posisi odometer saat itu 63.000 km. Oli mesin baru diganti pada posisi 62000km. Semua kondisi dalam keadaan baik. walaupun demikian saya merasa perlu untuk memastikan bahwa mobil saya tidak "bermasalah". Saya pernah mendapat penjelasan dari mulut ke mulut mengenai hal-hal yang perlu dilakukan setelah membeli mobil bekas/seken salah satunya penggantian Timing Belt.

Berkaitan dengan hal tersebut saya ingin mengetahui lebih banyak mengenai timing belt ini mengingat belum ada ulasan di blog Bapak yang membahas khusus Timing Belt. Pertanyaan saya antara lain:

1. Apakah sebaiknya mobil saya ini sudah harus diganti Timing Belt?? (Pemilik lama belum menggantinya). Kalo tidak salah pada buku petunjuk penggantian Timing Belt pada posisi 50.000km, namun beberapa rekan saya mengatakan masih aman untuk Karimun jika penggantian pada posisi 70.000km sekalipun.

2. Mahalkah penggantian Timing Belt tersebut? Sebaiknya di Bengkel Resmi atau cukup di Bengkel "biasa"? Resiko apa yang akan saya dapatkan jika timingbelt putus?

3. Berapakan konsumsi ideal BBM kendaraan saya ini??? (Terakhir konsumsi BBM sekitar 1:11,5km, normalkah?)

4. Mengingat teknologi masih memakai Karburator, apakah mobil saya setiap service memerlukan Tune Up, Termasuk adakah efek negatifnya mobil sering di Tune Up?

5. Apakah ketersediaan suku cadang untuk jenis/merk mobil seperti yang saya miliki ini mudah diperoleh? Bagaimana dengan biaya perawatannya?

Demikian pertanyaan saya, mohon penjelasannya. Atas kesediaan Bapak menjawab email saya, diucapkan terimakasih.

Hormat saya,
Buddy

From: Martin T Teiseran
Sent:
Thursday, September 06, 2007 5:17 PM
Subject: Re: Tanya Seputar Perawatan Mobil

Terima kasih, saya harap tulisan tulisan itu bisa membantu.............. pemakai mobil di negeri ini.
1.
Kalau belum pernah ganti Timing belt sebaiknya ganti sekarang, kalau putus jadi lebih rumit dan butuh biaya lebih banyak. Minggu depan akan saya tampilkan soal timing belt. Saran saya bawa ke bengkel resmi, karena kalau ada sesuatu yang kurang beres bisa di tangani oleh teknisi yang berpengalaman. Namun kalau mau lebih murah, bawa ke bengkel Plat H. Tapi cek dulu siapa tahu di bengkel non dealer malah lebih mahal.

2. Biaya pernggantian timing belt tidak mahal, sekitar Rp 300.000,- Pakainya cukup lama bukan. Baru ganti lagi 50.000 km Kalau mesin model Karimun kalau timing belt putus bisa bikin kerusakan pada piston, selinder mungkin cacat lalu harus korter, rocker arm patah, klep bengkok pokoknya banyaklah. Mending ganti sekarang.

3. Anak saya pernah pakai Karimun dalam kota sekitar 11 km setiap liternya. Jadi mobil ini lebih bagus.

4. Karimun sudah banyak beredar, jadi suku cadangnya juga banyak tersedia. Kalau tidak ada keluhan dan bensin masih irit sekitar 11 km/liter tidak perlu tune up setiap servis, yang penting perhatikan saringan saringan seperti tulisan dalam blog saya.

5. Biaya perawatan murah, kalau bisa coba belajar ganti oli sendiri, lebih murah lagi.

Saturday, 26 April 2008

Jawab Komentar

Kemarin Sabtu, saya tidak bisa upload artikel, blog saya macet.

·
Guest Pak Martin, benarkah kalo koil panas itu tandanya harus segera di ganti & apa pengaruhnya ke mesin?

Kalau panasnya terus menerus dan lalu buat mobil mogok yah memang harus diganti. Namun harus cari tahu apa yang menyebabkan panas itu, kalau tidak nanti ganti lagi. Penyebabnya bisa karena tegangan altenator ketinggian. Oleh karena itu perlu ukur tegangan normanya (12.4-13.7 V)

· anwar mobil saya timor DOHC th 2000 (ex blue bird), akhir2 ini setelah jalan 30 menit..tau-tau ilang tenaga (tersendat-sendat), apanya ya mas?

Coba periksa sensor trotol yang untuk menaikan rpm. Berada di dekat trotel body, dekat saringan udara. Orang bengkel pasti tahu.

· deco berapa bulan ganti oli mesin kijang jika tidak jalan jauh tapi dua hari sekali dijalankan?trims atas infonya

Ganti oli mesin paling lambat 6 bulan kalau kilometernya belum tercapai.

· budi bos, gua ambil artikelnya ya

Silahkan saja mas Budi, tapi jangan panggil saya bos. Terima kasih.

· mus nota dan gambarajah gandar depan / belakang kenderaan perdagangan

Yah saya janji nanti bahas gardan kendaraan perdagaan mas.

· Guest terangkan tentang suspensi tipe dual link tolong terangkan tentang suspensi tipe dual link dari awal hingga akhir dan gambar-gambarnya. saya tunggu

Mungkin tidak bisa lengkap pak, lain kali saya posting. Beginilah suspensi itu, yang warna kuning itu yang dimaksud link. Ada istila multi link, yah sambungannya juga lebih banyak.

· Guest berapa valve clearence semua jenis mitsibishi srada.

Valve clearance tidak tau e e pak. Coba liat di tempat saringan udara ada ketentuan itu..

Thursday, 24 April 2008

Asap Putih dan Knalpot Basah

Seorang pengunjung blok menelepon saya, bertanya sebelumnya via SMS apakah saya bersedia menerima teleponnya. Tentu saya jawab boleh, bukankah nomer yang saya cantumkan untuk membantu anda menghubungi saya. Jadi silahkan saja, asal SMS dulu agar saya dalam posisi dan situasi menerima anda.

Ia bertanya tentang kondisi Corona Absolute yang sudah dipakai lebih dari 250.000 km. Akhir akhir ini sudah mengebulkan asap berwarna putih dari knalpot. Lalu saya tanya apakah sudah boros olinya? Katakan 1000 km harus nambah 1 liter? Jawabnya belum. Ia sekarang sedang di Pekalongan, ketika memasuki sebuah bengkel dan mencoba mau memeriksa tekanan kompresi bengkel tersebut tidak dilengkapi dengan alat tersebut, tetapi malah menyarankan agar turun mesin saja.

Karena kurang yakin, maka akhirnya ia membawa mobil ke Semarang untuk memeriksa tekanan kompresi, hasilnya masih 12 kg/cm2. Lalu saya katakan ini menunjukan bahwa ruang kompresi baik, klep tidak bocor dan ring piston masih baik. Maka tidak usah turun mesin

Lalu bagaimana dengan asap dan basahnya ujung knalpot? Saya menyarankan agar diperiksa saja selinder head. Buka dan bersihkan serta kemudian ganti seal klep. Kalau ruang kompresi sudah terbukti baik, maka yang menyebabkan asap tinggal bagian itu, seal klep dan bushing klep. Oli turun dari selinder head ketika langka isap ke exhaus manifold dan kemudian terdorong keluar ke knalpot.

Wednesday, 23 April 2008

Asap Putih Dipagi Hari dan Kopling

Tanya : Pak Martin, saya tinggal di Boyolali, dan atif mengikuti rubrik Konsultasi Oto di Suara Merdeka. Saya punya masalah dengan Kijang LGX 1998 bensin. Mobil saya itu saat mesin menyala pertama kali mesti ada asap putih dan knalpot seperti ada tetesan air. Kalu saya gas asap makin banyak. Tapi, jika sudah berjalan sekitar 2 km, hilang. Yang saya tanyakan, bagaimana menghilangkan asap tersebut, apa ada yang perlu distel atau bahkan diganti. Pernah saya tune up di bengkel resmi di Solo, katanya masih normal semua, termasuk ring piston. Karena kalau ring yang kena makin panas, akan semakin banyak asap. Demikian dan terima kasih. Hendri Sutrisno, Kayen Juwangi Boyolali.

Jawab: Pak Hendri Sutriso, soal asap yang muncul dari knalpot pada pagi hari tidak masalah. Hal itu disebabkan oleh uap air yang berada di knalpot, sehingga begitu ada panas terjadi uap yang berbentuk asap putih. Asap yang keluar itu juga lembat seperti ada airnya, karena memang asab itu terjadi karena air yang panas. Kalau ada aroma seperti minyak, karena di saluran itu ketika gas buang keluar juga memang ada sisa minyak yang tidak terbakar habis. Kalau gas buang itu ada hubungan dengan mesin maka pertama aromanya seperti oli terbakar dan kedua setelah jalan jauhpun kalau di gas tetap saja ada asap putih. Padahal pada mobil Bapak, setelah jalan 2 km, asap itu sudah hilang.

Memang pada mobil mewah hal itu tidak terjadi karena dalam kendangan knalpot ada lapisan serabut yang tahan panas, sehingga uap air itu ditangkap oleh serabut tersebut. Jadi kalau mau menghilangkan mesti ganti kendangan, padahal harganya mahal, seperti yang dipakai pada Mercy atau BMW dan Camry. Tidak usah kawatir pak, mobil bapak sehat kok.

Tanya Mau tanya pak, waktu belajar nyetir oleh instruktur dikatakan kalau dijalan macet harus injak 1/2 kopling, tapi yang terbaik itu gigi 1 atau 2? Mengapa lama pakai gigi 1 mesin panas ?
Kalau saya berada pada gigi 3, tiba2 harus berhenti sesaat lantas jalan lagi. Apakah cukup pindah gigi 2 tanpa harus pindah gigi 1? Saya mau servis body sama power stering, makan waktu lama. Apakah saya mesti tinggalkan STNK sama kunci? Ibnu Fallah Rosyadi ibnu.rosyadi@asaba.co.id

Jawab: Menginjak kopling harus seminim mungkin apalagi setengah kopling. Kalau keseringan akan mempercepat plat kopling aus. Plat kopling adalah bagian antara, kalau setengah injak akan seperti mengasah. Akibatnya plat kopling habis. Soal pindah gigi kalau sedang 3 sekonyong konyong harus berhenti yah rem dan kemudian free saja sudah cukup. Memang untuk mengurangi kecepatan baik juga pakai mesin dulu, ke 2 lalu baru free. Itu kalau keadaan normal, tetapi kalau mendadak, langsung saja ke free/netral. Bila servis dan mobil harus nginap serahkan saja kunci kontak. STNK bawa pulang karena pihak bengkel juga takut kalau STNK hilang.