Monday, 25 February 2008

Bisakah mesin EFI hidup didorong

Selamat malam

  1. Mobil yang pompa bensinnya digerakan secara eletrik, menggunakan arus aki sebagai penggerak, kalau akinya habis sama sekali. Oleh karena itu tidak bisa dihidupkan secara didorong. Bila didorong sejauh apapun, bensin tidak mengalir ke ruang mesin. Demikian pula kalau arus aki sudah sangat lemah, pada mobil berkarburatorpun sulit hidup karena busi tidak ada api (kalau ada juga kecil). Disini berbeda, sekalipun masih ada sisa bensin di karburator tetapi busi tidak keluar api. Pada mobil EFI, karena tidak ada bensin sisa seperti karburator, dan tidak ada arus aki (atau aki lemah) maka pompa yang ada dalam tangki tidak bisa bergerak untuk menyemprotkan bensin ke mesin.
  2. Apakah bunyi itu sejak baru? Bisa juga minta periksa dan stel ulang celah klep. Pemeliharaan, coba buka-buka file di blog. Sudah beberapa kali saya tulis.

Salam hangat saya
Martin T Teiseran- hp 085 225 906 697
Kunjungi:
http://martin1948.blogspot.com

----- Original Message -----

From: mufti aida miladianorr

Sent: Tuesday, November 20, 2007 7:28 PM

Subject: masalah EFI

Pak Martin yang terhormat,

Ada 2 hal yang ingin saya tanyakan.
1. Jika mobil yang menggunakan EFI (Toyota Kijang) akinya mati, apakah tidak bisa di dorong seperti mobil yang menggunakan platina ?
2. Adik saya beli sedan Hyundai Elantra tahun 1997. Ketika putaran stasioner kok mesinnya kasar ? Apakah karakteristiknya memang begitu ?
Perawatan umum apa saja yang bisa kami lakukan sendiri?

Terima kasih

Sunday, 24 February 2008

MOBIL TANPA KARBURATOR DAN PLATINA

Kompas, MOBIL TANPA KARBURATOR DAN PLATINA

MANA karburatornya? Ini pertanyaan yang sering diucapkan seseorang yang berniat membeli mobil Great Corolla beberapa tahun silam. Pertanyaan itu muncul saat membuka kap mesin, dan mencari-cari di mana letaknya karburator. Mustahil, pikirnya, mesin mobil bisa hidup tanpa karburator! Seingatnya, setiap mesin mobil dengan bahan bakar bensin pasti ada karburatornya. Menurut pengalaman, kasus minyak sesak, banjir, tidak mau lansam atau mesin bergetar, semuanya disebabkan oleh karburator yang ngadat. Apakah sekarang mobil bebas dari gangguan-gangguan tersebut?

SEMUA mobil pasti menggunakan salah satu dari dua pencampur bahan bakar yaitu karburator atau sistem injeksi bahan bakar. Bensin yang masuk ke ruang kompresi sudah harus terdiri dari campuran udara dan bensin. Mutu pengabutan bensin sangat menentukan mutu pembakaran. Karburator atau EFI harus menghasilkan campuran udara dan bensin dalam perbandingan yang tepat pada semua tingkatan putaran mesin.

Konstruksi karburator sederhana, tidak banyak membutuhkan campur tangan sistem elektrikal, paling yang dipasangkan pada karburator adalah fuel cut yang kerjanya untuk menghentikan persediaan bensin saat kunci kontak dimatikan atau pada mobil yang dilengkapi dengan sistem fuel cut saat mobil deakselerasi (pedal gas tidak diinjak saat mobil sedang berjalan kencang).

Sistem injeksi

Sebaliknya pada sistem injeksi - khususnya pada EFI yang dikendalikan oleh ECU (Electronic Control Unit) - sangat membutuhkan campur tangan sistem elektronik. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa, di saat kaki pengemudi menekan pedal gas maka sensor air flow meter, akan mengirimkan sinyal ke EFI-ECU. Setelah data tersebut diolah, ECU memerintahkan agar injektor mengirimkan sejumlah bahan bakar sesuai banyaknya udara yang dikirim lewat air flow meter. Air flow meter adalah sebuah peralatan yang terletak pada tempat dimana dipasangkan "karburator" pada mobil yang menggunakan karburator. Sistem Electronic Fuel Injection ( EFI) mulai dikembangkan oleh Toyota sejak tahun 1971, tahap-tahap itu masih bertaraf percobaan. Baru pada tahun 1981 pertama kali diterapkan pada mesin Toyota Crown. Sebelum itu beberapa mobil Eropa memang sudah menggunakan cara injeksi bahan bakar. Namun cara yang digunakan berbeda dengan yang sekarang sangat populer dengan istilah EFI.

"Direct Injection"

Pada tahun tujuhpuluhan, di kala itu mesin mobil juga sudah mengenal sistem injeksi bahan bakar. Mesin mobil dengan bahan bakar bensin dilengkapi seperti mesin disel. Sebuah pompa injektor yang langsung digerakkan oleh poros engkol (kruk as) berada di bagian depan dan dihubungkan dengan sebuah roda gigi atau rantai. Bensin diisap ke pompa injektor dan dengan tekanan yang besar bensin langsung ditekan ke ruang kompresi lewat injektor yang berada di atas kop silinder.

Tekanan yang dihasilkan oleh pompa injektor harus lebih besar dari tekanan kompresi yang tingginya 9 sampai 11 kg/cm2. Mirip sekali dengan cara kerja mesin bensin. Cara ini sebenarnya lebih efisien namun kurang disenangi, karena sering terjadi gangguan pada pompa injektor. Pompa injektor sering ngadat karena kotoran yang ada pada bahan bakar. Kerusakan biasanya terjadi pada plunyer, disamping disebabkan oleh kotoran juga disebabkan oleh tidak adanya sifat

pelumas pada bahan bakar bensin. Setiap kali rusak harus merogoh kantung sampai dalam karena ongkos penggantian suku cadang yang mahal.

Walaupun demikian cara ini sekarang kembali dikembangkan pada mobil balap, karena secara teori cara ini paling efisien karena bahan bakar langsung disemprotkan ke ruang bakar. Tidak ada bahan bakar yang tersisa, seperti yang terjadi pada karburator atau pada single maupun multi-injektor yang menyemprotkan bahan bakar sebelum ruang bakar, di inlet manifold.

"Trotol Body Injection"

Kalau melihat letaknya maka sepintas dikira karburator. Karena letaknya ada di intake manifold, mirip-mirip karburator. Trotol Body Injection menggunakan sebuah injektor yang menyemprotkan bahan bakar ke inlet manifold. Sebuah pompa dengan tekanan rendah 2 sampai 3 kg/cm2 menekan bensin melewati lubang injektor sehingga bahan bakar bensin menjadi kabut. Bahan bakar yang disemprotkan ke depan ruang mesin dan diatur berapa banyaknya udara yang diperlukan agar campuran menjadi ideal.

Cara ini juga kurang disenangi karena bahan bakar tidak langsung disemprotkan ke intake port, lubang di cylinder head. Penyemprotan ke silinder tidak diatur sesuai keperluan setiap silinder. Dengan demikian banyak bahan bakar yang tersisa pada dinding-dinding manifold. Cara trotol body injection ini juga jarang digunakan.

"EFI multiport"

Saat ini yang banyak digunakan adalah cara kerja multi port, karena penyemprotan yang langsung ke intake port. Untuk mendapatkan pembakaran yang paling ideal maka dibutuhkan pertama campuran bahan bakar dan udara yang homogen dan kedua saat pengapian yang tepat. Pada mesin mobil yang dilengkapi dengan EFI, bahan bakar dan udara diatur sebaik-baiknya oleh perangkat elektronik yang dinamakan Electronic Control Unit. Begitu kaki Anda menekan pedal gas, air flow meter akan mengirimkan sinyal ke ECU. ECU akan mengelolah data kemudian memerintahkan/mengatur berapa banyak bahan bakar yang perlu disemprotkan ke depan intake port setiap silinder, dan sudah dalam bentuk kabut serta di langkah isapnya mesin. Letak injektor yang tepat di depan saluran masuk ke ruang bakar mesin, membuat bahan bakar dan udara yang sudah bercampur menjadi homogen langsung terisap kedalam ruang bakar.

Keistimewaan

1. Karena setiap silinder mesin mobil mempunyai injektor sendiri dan dikontrol oleh ECU baik untuk putaran rendah maupun putaran tinggi, maka dapat dipastikan penggunaan bahan bakar menjadi efisien. Demikian pula dengan tenaga mesin. Mobil akan tetap enak dikendarai karena distribusi bahan bakar dan udara ke setiap silinder tetap optimum dalam perbandingan yang ideal.

2. Kalau pada karburator banyaknya bahan bakar yang terisap ke dalam ruang bakar mesin mobil sangat tergantung pada putaran mesin, sebaliknya pada EFI tidak demikian. Jumlah bahan bakar akan tetap dikirim sesuai perintah yang diberikan ECU, setelah menerima sinyal dari air flow meter. Maka dapat dipertahankan suatu campuran yang homogen dan kurus, tidak tergantung pada putaran mesin dan beban. Inilah yang merupakan aspek emisi dan penghematan bahan bakar, yang menjamin tingkat efisiensi dari mesin.

3. Pada karburator, bahan bakar ke silinder agak jauh. Hal itu menimbulkan inefisiensi bahan bakar. Akibat suatu jarak yang lebih jauh, menyebabkan keterlambatan bahan bakar mencapai ruang bakar mesin, dan selalu ada tersisa sejumlah bahan bakar pada dinding manifold. Sedangkan pada EFI, dimana di depan setiap silinder sudah ditempatkan sebuah injektor bahan bakar langsung ke mulut ruang bakar.

Sangat kecil kerugian karena kelambatan bahan bakar mencapai ruang bakar. Tekanan injeksi 2 (dua) sampai 3 (tiga) kg/cm2 dari pompa yang berada di dalam tangki bahan bakar, menghasilkan bahan bakar yang keluar dari lubang kecil injektor sudah dalam bentuk kabut. Dengan adanya bahan bakar yang sudah berbentuk kabut, serentak ada sejumlah volume udara yang masuk menghasilkan suatu campuran yang ideal dan homogen.

4. Pada pagi hari menghidupkan mesin yang menggunakan EFI terasa lebih mudah, karena saat Anda memutar kunci kontak pada posisi start, ada hubungan kabel langsung ke injektor sehingga campuran menjadi lebih gemuk.

5. Pada saat terjadi deakselerasi, di mana pedal gas dilepas ada karburator terjadi campuran yang gemuk. Udara yang lebih sedikit masuk ke ruang bakar menyebabkan hasil pembakaran mengandung HC (hidrokarbon) yang lebih tinggi. Sedangkan HC mengandung racun yang sangat membahayakan kesehatan manusia. Sebaliknya pada EFI, di saat pedal gas dilepas, trotol valve (katup trotol) akan menutup dan air flow meter akan memberikan sinyal kepada ECU dan jumlah bahan bakar akan dikurangi atau bahkan dihentikan. Dengan sendirinya HC yang dibuang jauh lebih kecil.

6. Pada karburator dibutuhkan venturi (leher yang kecil) untuk menambah kecepatan aliran udara yang mengakibatkan kevakuman di bawah venturi. Hal inilah yang membantu campuran bahan bakar dan udara mengalir ke dalam ruang pembakaran pada saat langkah isap mesin mobil.

Tidak demikian pada EFI, sistem ini tidak membutuhkan venturi. Kecepatan bahan bakar yang masuk ke ruang pembakaran pada langkah isap telah diatur dan ditekan oleh pompa yang terletak di dalam tangki bahan bakar pada tekanan antara dua sampai tiga kg/cm2 secara konstan.

(Martin Teiseran, ahli mekanik, penulis buku otomotif, bekerja di

Semarang)

Friday, 22 February 2008

Jawab pertanyaan dan komentar

· Guest Pak Martin yg baik, mau tanya ya. Mobil sy opel vectra 95.Power steeringnya bocor, sealnya sudah diganti tapi masih bocor di bawah stir. Kira2 gimana

Details 2008-02-18 12:49 AM #

Jawab: Soal power steering dengan model tekanan oli, masalahnya sama. Bocor dan kalau mau memperbaikinya perlu alat khusus dannketelitian. Penyebab oli sealnya sudah aus sehinggan oli bocor. Krbocoran disebabkan oleh lama pemakaian, tetapi juga cepat rusak karena terlambat mengganti oli power steering. Sebaiknya oli ini juga diganti setiap 20.000 km. Kalau tidak oli yang kotor akan menyebabkan oli sela cepat aus. Kalau sudah rusah sebaiknya dibawa ke bengkel besar, atau professional karena membutuhkan alat khusus. Biasamya perbaikan gagal karena bengkel kurang profisional.

oliph pak martin,saya karyawan yang mau beli mobil bekas apa aj,tapi buget saya d bawah 30 jutaan,saran pak martin untuk bel mobil bekas yang sesuai?

Details 2008-02-16 1:59 PM #

Jawab: Dengan nilai keuangan yang hanya 30 juta, harus hati-hati. Mendingan membeli mobil mibubus yang relative lebih murah dibandingkan sedan. Pilih minibus dengan tahun pembuatan lebih baru. Kalau terlalu tua bisa merepotkan, setelah dipakai dirongrong perbaikan macam-macam dan biayanya juga tidak sedikit. Mungkin Zebra dan Suzuki 1000 cc cocok yah, dengan uang sekian.

· arif saya punya mobil opel blazer th 97,apakah kalu sewaktu saya mencuci mobil mesin mobil jg boleh saya cuci Details

2008-02-16 8:03 AM #

Jawab: Boleh saja mencuci mesin, karena mobil itu dibuat tahan juga terhadap cipratan air, seperti lewat kubangan air. Setelah di cuci gunakan kain lap dan keringkan. Kalau ragu ragu yah dicemur di panas matahari, nantinya kering juga dan mesin akan hidup normal.

· Guesthh suksses terus!!

Details 2008-02-16 12:54 AM#

· andi siang pak martin, mo nanya nih, bagaimana tandanya kalo kampas kopling udah mau habis

Details 2008-02-15 1:55 AM #

Jawab: Ada beberapa tanda kopling sudah mulai rusak. Yang paling parah, ketika lepas kopling mobil tidak mau beranjak, karena kampas kopling habis, tetapi bisa juga stelan kopling terlalu stut. Kedua kalau lepas menimbulkan getaran pada kali, ini tandanya kopling begoyang karena dumper dumper pada plat kopling rusak. Mengahadapi masalah kopling, pertama yang dilakukan adalah periksa free play pedal kopling. Kalau mengganti plat kopling sangat disarankan mengganti juga clutch cover (blindes), lager, karena ketikanya sama- sama sudah lelah.

· gege pak martin, salam kenal. boleh saya minta saran, kalau mau beli mobil second hal2 apa yg harus diperhatikan? saya rencana beli mits t120ss th 97-99,tq

Jawab: Mau beli minibus, yang perlu diperhatikan adalah kaki- kakinya, mesti bagus, kalau dilihat dari depan masih tegap. Body juga masih mulus. Kalau mulus tandanya mobil dipelihara dengan baik.

· Iwan Pak martin yg baik, mobil sy esteem 1.3 93, terakhir2 ini kalo kecepatan di atas 90-120 do tol tempteratur jd naik? pengaruh ganti topone ke prima xp? Details 2008-02-18 4:01 AM #

· Iwan kalo turun kecepatan di bawah 70 tidak lama temperatur langsung turun lagi

Details 2008-02-18 3:59 AM #

· Iwan Pak martin yg baik, mobil sy esteem 1.3 93, terakhir2 ini kalo kecepatan di atas 90-120 do tol tempteratur jd naik? pengaruh ganti topone ke prima xp?

Jawab: Jaarang pak Iwan, penyebab panas karena oli mesin diganti. Mungkin penyebabnya karena tekanan oli turun dan itu karena pompa olinya. Tetapi kalau ragu coba nanti kembali pakai Top One. Saya tunggu perkembangan lebih lanjut.

Thursday, 21 February 2008

KIA Picanto mau pakai Premium.

Tanya: Halo Pak Martin. Saya ingin menanyakan apakah bensin jenis premium di Semarang masih mengandung timbal? Saya dengar di Jakarta tidak mengandung timbal. Jika ya, apa pengaruhnya jika digunakan di mobil? Mobil saya KIA Picanto, yang di tangki bensinnya tertulis "Unleaded Fuel Only / Khusus Bahan Bakar Tanpa Timbal". Selama ini saya menggunakan Pertamax, tetapi harganya terus mengalami kenaikan sehingga memberatkan. Mohon penjelasannya. Reka Tangala rekarsenal@gmail.com

Saya pernah bertanya ke Pertamina di Jl Pemuda Semarang, dan mendapat jawaban bahwa bensin premium yang dijual di Jawa Tengah dan DIY, masih mengandung timbel. (Ternyata bensin di Jawa Tengah sudah tanpa timbel) Berita lain di Koran dan BPPT menyebutkan pemerintah pada 1 Juli 2006 lalu menghapus penggunaan timbel atau timah hitam—sebagai bahan aditif pada bensin—karena mengakibatkan gangguan kesehatan. Sebagai pengganti pemerintah merekomendasikan penggunaan Ferro atau besi, yang juga memiliki efek sampingan yang tidak kalah bahayanya. Kenyataannya sekarang, tidak semua wilayah Indonesia menerima bensin premium tanpa timbel dati Pertamina.

Pada kesempatan lain, pemerintah mengeluarkan ketentuan bahwa semua kendaraan bermotor baru (2007) harus memenuhi ambang emisi ERO2. Artinya semua kendaraan bermotor bermesin bensin harus dilengkapi dengan Catalytic Converter (CC) agar emeisi gas buang memenuhi syarat ERO2. Tentunya pemerintah dan pertamina beralasan, bahwa pemakai kendaraan bermotor di negeri ini yang kendaraannya di lengkapi dengan CC, bisa membeli Petamax atau Pertamaxplus. Keculai premium yang dipasakan di Jakarta dan Bali.

Kalau Anda menggunakan premium di Semarang, akan merusak CC. CC merupakan saringan menyerupai sarang tawong yang akan menangkap polutan CO, HC dan lain-lain yang membahayakan kesehatan. Bila bensin mengandung timbel maka dalam jangka waktu tertentu (50.000 km- 150.000 km) saringan yang berbentuk sarang tawon itu akan tersumbat. Akibatnya, gas buang tidak bisa dibuang akirnya mobil mogok. Saran: tetap pakai Pertamax atau Petamax Plus.

Tanya: Saya punya Kijang Super th '91. Permasalahan yang sering kami temui adalah saat dikendarai terasa sekali bau seperti oli terbakar. Ini disebabkan oleh apa? Solusinya bagaimana? Kemudian masalah karoseri mobil saya selama ini sangat sulit mencari spare part ( karoseri AMALGAM ). Dimana saya bisa mendapat sparepart karoseri tersebut. Terima Kasih Slamet N smp-2-ambal@plasa.com.

Jawab: Pertama yang harus diperhatikan adalah apakah ada oli di sekitar mesin khususnya dekat exhaust manifold (knalpot). Kalau ada maka penyebabnya harus dialatasi. Kedua, mesin bersih tidak ada oli yang bocor disekitarnya, maka aroma oli terbakar seperti yang Anda alami diakibatnya oleh oli yang ikut terbakar dalam mesin. Penyebabnya, karena ring oli (cincin pada piston) sudah aus, sehingga oli naik ke ruang bakar dan ikut terbakar. Gejalanya, bila pedal gas anda tekan maka ujung knalpot mengeluarkan asab berwarna putih kebiru-ruan. Solusinya ganti ring piston. Soal, parts karoseri harus mendatangi karoseri yang bersangkutan.

Wednesday, 20 February 2008

Goncangan Pada Escudo

Suara Merdeka Pebruari 2007

Maaf sebelumnya Pak Martin, kami kirim keluhan melalui E-mail . Kami mohon bantuan Informasi nya, terkait dengan kendaraan Suzuki Escudo Tahun 2000 yang kami pergunakan dan keluhan kami sebagai berikut:

1. Bila di jalanan rata / halus, tidak masalah dengan goncangan nya, tetapi bila di jalanan yang tidak rata/gelombang aduh Pak ...minta ampun Goncangannya terlalu keras sekali seperti naik kereta Api ( goncang kanan dan goncang kiri ) dan kadang kala lari kanan lari ke kiri.


2. Pemakaan di BBM nya terlalu boros sekali (1 : 7-8 KM ).Hal - Hal yang sudah kami perbaiki pada saat kami beli kendaraan tsb. di Agustus 2006, sebagai berikut :

1. Service total (Tune Up, ganti semua Olie), pengencangan baut2 bagian bawah .

2. Spooring dan balancing (Roda / Pelek Ring 16) dan pemberian Stabilizer bagian ban belakang. 3. Check Understell dan Check Shockbeeker (di ganti ). Berkaitan dengan hal tersebut. diatas kami Mohon bantuan solusi nya dari Bapak, apakah terkait dengan Goncangan dan di Pemakaian BBM nya bisa di tanggulangi. Demikian kami sampaikan keluhan kami, mohon kiran nya dari Bapak dapat memberikan solusi nya dan tidak lupa kami Ucapkan banyak2 terima kasih. Salam, Amat Kasan Woi. amat.kasan@wicaksana.co.id


Jawab: Terima kasih atas e-mailnya. Pak Amat Kasan, anda sudah memilih membeli mobil jenis SUV (Sport Utility Vehicle) yang dari jenisnya saja sudah menunjukan mobil tersebut diutamakan untuk keperluan sport. Lazimnya mobil sport memiliki ciri-ciri seperti yang Anda keluhkan. Salah satu ciri kasnya adalah, suspensi dibuat lebih keras dibandingkan dengan mobil penumpang (minibus dan sedan) karena itu kendaraan tersebut disiapkan untuk beroperasi pada lokasi jalan yang tidak mulus.


Biasanya untuk mengubah konstruksi aslinya perlu beberapa langkah. Saya menyarankan untuk merubah per. Dahulu per daun asli yang tebal dan berjumlah sedikit diganti dengan perdaun yang lebih tipis dalam jumlah lebih banyak, setinggi per asli. Karena sekarang umumnya mobil menggunakan per koil, maka carilah per koil sedan yang cocok. Resikonya ketika bermuatan penuh body mentok pada chasis dan terjadi bunyu duk duk duk. Cara lain adalah, beri muatan seberat 100 kg, bisa pasir dimasukan ke ban truk dan letakan di bagian belakang. Resikonya mobil bertambah boros. Ban juga berpengaruh terhadap kenyamanan. Sedan bannya ukuran kecil, truk ukurannya besar. Ganti ban lebi kecil, ring 14. Resikonya mobil menjadi ceper.


Soal pemakaian BBM, bisa disiati dengan dengan cara mengemudi. Pertahankan RPM berada dibawa 3000 rpm atau lebih ekstrem adalah mengecilkan lubang jet (spuyer). Datangi bengkel khusus (alamatnya akan saya emailkan), mintalah untuk membuat mobil menjadi lebih irit. SUV dengan ukuran sebesar Escudo pemakaian normal dalam dan luar kota, bensin 1 liter 8 km wajar-wajar saja.

Tuesday, 19 February 2008

Masalah Suku Cadang

KOMPAS, Rabu, 01-03-2000. Halaman: 32

MAHAL BELUM TENTU BAIK

SALAH satu alasan orang membeli mobil adalah sebagai alat angkut dari satu tempat ke tempat lain secara lebih cepat dan nyaman. Apalagi bila melihat sarana transportasi umum yang belum memberi rasa aman dan nyaman. Namun, karena harga mobil baru tidak terjangkau, banyak orang memilih mobil bekas. Agar mobil bekas bisa terasa nyaman, mau tidak mau beberapa bagian mobil harus diganti. Dampaknya, penjualan suku cadang (bagian mobil) pun ikut meningkat.

Saat ini, jelas Ig Djoko Mulyanto, manager suku cadang sebuah dealer mobil di Jawa Tengah, permintaan suku cadang meningkat dua kali dibanding sebelum krisis. Ini mendukung kenyataan, di saat penjualan unit mobil baru menurun, penjualan suku cadang akan naik.

Terjadinya banjir berbagai kategori suku cadang di pasar saat ini, disebabkan kebijakan pemerintah yang lebih longgar dan adanya penurunan bea impor. Selintas, membanjirnya macam-macam suku cadang akan menguntungkan pembeli, karena bisa memilih sesuai kemampuan.

Namun memilih berbagai macam suku cadang, ternyata tidak gampang. Istilah ada harga ada rupa, tidak berlaku. Suku cadang yang mahal, belum menjamin kualitas yang lebih baik.

Kriteria suku cadang asli mobil adalah, pembuat suku cadang mensuplainya ke pabrik lalu dipasangkan pada mobil. Lalu, suku cadang pengganti dijual dengan menggunakan kotak berlabel merek itu. Logikanya, tidak ada pabrik yang mau membuat suku cadang dengan mutu lebih baik, lalu dilempar ke pasar dengan harga lebih tinggi.

Maka, umumnya pasar dibanjiri suku cadang imitasi yang lebih murah.

Saat ini, pasar suku cadang dikuasai enam kategori.

1. Suku cadang imitasi yang memakai kotak asli dengan label sama dengan merek mobil. Ini adalah penipuan. Penipuan cara pertama, suku cadang asli bekas pakai diproses secara kimiawi sehingga semua kotoran lepas dan tampak baru kembali. Setelah diperbaiki atau diganti bagian yang aus, lalu dimasukkan ke kotak asli merek mobil. Seharusnya, suku cadang ini diakui sebagai suku cadang rebuilt. Namun untuk meraih keuntungan besar, dipasang bandrol yang nyaris sama dengan suku cadang baru dan asli.

Penipuan kedua, suku cadang imitasi tembakan, yang bentuknya sama dikemas dalam kotak yang berlabel sama dengan merek mobil. Menggunakan suku cadang seperti ini, sepertinya celaka dua-tiga kali. Unsur penipuan kental sekali dan kualitas barang amat rendah. Suku cadang yang masuk kategori ini biasanya kanvas kopling, kanvas rem termasuk brake pad. Repotnya, harga suku cadang jenis ini lebih tinggi dari suku cadang imitasi yang menggunakan kotak dan merk sendiri. Ini mengesankan suku cadang yang dibeli asli.

2. Banyak suku cadang imitasi (tembakan) yang bentuknya sama, tetapi oleh pabrik pembuat diberi label yang jelas dan mencantumkan mereknya sendiri. Seperti ball join dan tie rod bermerek 555 atau cross join GMB. Harga lebih murah dibanding suku cadang asli berlabel merek mobil. Kualitas suku cadang itu dibuat dengan standar yang tidak sama dengan yang asli.

Menggunakan suku cadang imitasi perlu kiat khusus. Bila digunakan untuk bagian yang mudah dibongkar pasang, bagian yang dapat dijangkau tanpa bongkar "isi perut", maka penggunaan suku cadang ini tidak terlalu mengganggu. Namun bila digunakan untuk bagian mesin, disarankan tidak memakai suku cadang imitasi. Masalahnya, bila terjadi sesuatu, upaya turun mesin justru akan mengakibatkan pengeluaran biaya lebih tinggi.

3. Banyak pula suku cadang imitasi yang pabrik pembuatnya sama dengan suku cadang yang dipasarkan, lewat agen merek mobil itu. Suku cadang seperti ini dikatakan satu pabrik tetapi menggunakan merek lain. Dalam hal tertentu dikatakan kualitas berbeda.

Suku cadang dengan merek Denso seperti busi, platina, kondensor, koil dan sebagainya, yang serupa, diedarkan dan dipasangkan pada merek mobil tertentu dengan label merek mobil itu. Denso juga melepas bebas produknya ke pasar dengan harga yang tidak terlalu beda jauh dengan harga suku cadang merek mobil. Selain nipondenso juga membuat filter udara, bensin, solar, dan oli. Namun, suku-suku cadang ini tidak diedarkan bebas di luar outlet merek mobil bersangkutan.

Hal serupa juga dilakukan oleh saringan oli merek Sakura. Karena itu, merek bisa berbeda tetapi kualitasnya sama. Yang termasuk jenis lain seperti Kayaba untuk shockbreaker, Koito dan Iki untuk lampu-lampu, serta Akebono untuk shoe kit (sepatu rem).

4. Suku cadang rebuilt banyak pula beredar. Bahkan kini ada dua pilihan. Rebuilt dalam negeri dan eks Singapura. Untuk hal ini, pembeli lebih suka memilih eks Singapura. Alasannya cara pakai dan cara rebuilt-nya lebih baik daripada buatan dalam negeri. Berpandai-pandailah memilih suku cadang ini, karena selain tidak ada jaminan, kita tidak tahu apa yang ada di bagian dalamnya.

5. Adanya penurunan bea impor, dimanfaatkan para importir. Apalagi dollar terus bergolak. Selisih kurs yang besar, jelas memberi keuntungan. Hal ini bisa terjadi karena ATPM yang selama ini bertanggungjawab memberi pelayanan purna jual, mengimpor suku cadang saat kurs dollar tinggi. Saat kurs dollar turun, para importir beramai-ramai mengimpor suku cadang dari luar. Perang harga pun tak terhindarkan. ATPM tidak bisa melawan murahnya barang-barang yang diimpor para importir dari negeri lain seperti Singapura, Malaysia, maupun Thailand.

6. Bagi ATPM, penggunaan suku cadang asli merupakan keharusan. Namun di saat krisis, suku cadang asli amat mahal, mengakibatkan para pembeli menoleh ke pilihan lain yang lebih murah. Kualitas barang terjamin seperti ada jaminan terhadap mobil yang dijual.

Kebingungan akibat banyaknya pilihan suku cadang, tentu menempatkan pembeli pada posisi empuk untuk ditipu. Lantas, bagaimana menyiasati hal itu? Cara paling kuno adalah memiliki "dokter pribadi" alias montir yang menjadi langganan. Cara aman lain adalah membeli suku cadang pada toko suku cadang dealer merek mobil atau mobil direparasi di bengkel dealer. Atau, membeli suku cadang pada toko langganan Anda. Namun, bila ingin mencari bengkel lain yang lebih aman, carilah bengkel yang memberi jaminan setelah reparasi. Kini mulai ada bengkel yang sekaligus menyediakan suku cadang dan memberi jaminan atas suku cadang yang dipasangkan. Secara fisik, membedakan suku cadang asli dan imitasi tidak begitu sulit. Seperti arloji. Dari mutu rantai dan metal, akan tampak barang ini asli atau imitasi.

* Martin Teiseran, ahli mekanik tinggal di Semarang

Monday, 18 February 2008

Mesin " Nyendal".

Kedaulatan Rakyat 1992

Setelah mempersiapkan seperlunya, kami sekeluarga mengadakan rekreasi ke Pantai Baron. Suasana yang menyenangkan karena jalan yang mulus serta alam sekitarnya yang masih hijau. Sekali­pun banyak tikungan dan mendaki, minibus dengan 8 penumpang, melaju dengan gigi transmisi 3 dan 4, sekali-sekali menggunakan gigi 2 dan 5. Mesin 5K, 1.500 CC, tahun pembuatan 1987, rasanya melaju tanpa kesulitan, mendaki dan menurun.

Suasana yang santai agak terganggu dalam perjalanan pulang. Mesin yang tadinya mulus, sekarang timbul batuk-batuk dan "ngen­dal". Mesin bergoyang maju mundur sekalipun pedal gas tidak diubah-ubah. Kalau menambah kecepatan (akselerasi/ pedal gas diinjak) ada kecendrungan mesin mau mati (seperti malah mau mundur). Di lampu stopan mesin tidak mati sekalipun mesin berpu­tar rendah. Saat melaju, agak mendingan kalau pedal gas diinjak full sampai rapat ke dek. Keadaan ini sangat tidak menyenangkan.

Mobil tidak melaju dan terasa seperti ada pemberat yang menahan. Kondisi mobil seperti ini, biasanya disebabkan oleh bahan bakar tidak lancar sampai ke ruang bakar mesin dan kecil kemung­kinan dikarenakan pengapian, seperti busi pecah, kebel busi yang bocor/putus. Pengapian yang tidak beres biasanya gejalanya mesin tetap pincang (mesin bergetar), berputar tidak mulus pada semua tingkat kecepatan.

Untuk mencari penyebab, bahan bakar bensin tidak lancar dapat kita mulai dengan memperhatikan filter bensin. Umumnya filter ini terbuat dari bahan plastik sehingga mudah diamati. Setelah lepaskan fiter, perhatikan apakah ada kotoran yang tercampur dengan bensin.

Bensin berwarna kuning berkarat, biasanya disebabkan oleh tangki bahan bakar yang kotor. Hal ini disamping disebabkan karena umur bisa jadi disebabkan juga tangki yang pernah di bongkar dengan las karbit atau dicuci dengan air. Untuk member­sihkan tangki yang kotor seharusnya pakai bensin. Bensin bercampur air. Tangki bensin yang sering kali tidak penuh, kemungkinan bercampur air sangat besar. Udara dalam tangki waktu malam hari bida menghasilkan titik-titik air. Tutup tengki yang tidak baik juga dapat menyebabkan tangki kemasukan air.

Kejadian seperti ini sering terjadi setelah pekerjaan memperbaiki body (pengecatan ulang) karena membutuhkan waktu lama. Untuk membuang air tidak perlu menurunkan tangki, cukup dengan mengen­dorkan baut tap (pengeluar) di bagian bawah tangki. Karena air BD nya lebih besar maka akan sedikit demi sedikit terbuang.

Pada karburator ada tiga jet (spuir) yang mempunyai tugas sendiri-sendiri.

Slow Jet mempunyai tugas memberikan bensin saat mobil ber­henti tetapi mesin tetap hidup. Bagian yang terletak dalam karbu­rator ini kalau tersumbat oleh air atau serabut halus biasanya mengakibatkan mesin tidak mau berputar lambat (RPM rendah). Mesin akan mati kalau pedal gas diangkat ( tidak diinjak). Untuk mem­

bersihkannya, kita harus membuka bagian atas dari karburator dan melepaskan jet tersebut.

Primer Main Jet (PMJ) mempunyai tugas mengatur jumlah bahan bakar bensin pada putaran mesin di bawah 2.000 RPM. Kecepatan dalam kota, kurang lebih 20 kilometer/jam. Jet ini mengembang tugas diantara putaran rendah dan putaran mesin tinggi. Gejala yang timbul pada permulaan tulisan ini disebabkan oleh kotongan yang menyumbat PMJ. Mengingat PMJ ini berkisar antara diameter 1 milimeter maka sedikit saja kotoran akan mengganggu. Membersih­kan, juga harus dengan membuka bagian atas karburator.

Scondary Main Jet (SMJ), mempunyai tugas mengatur bahan bakar bensin pada putaran tinggi, ditandai dengan RPM diatas 2.000 atau kecepatan mobil diatas 40 kilometer/jam. Kerewelana mesin yang diakibatkan oleh kotoran pada SMJ, jarang terjadi menginat diameter SMJ lebih dari 1,5 milimeter. Kotoran yang bisa melewati filter juga bisa melewati jet ini.

Banyak saluran udara dan bensin yang berdiameter kecil maka sececil apapun kotoran yang lolos ke dalam karbutaror akan meng­ganggu kerja karburator. Kemungkinan timbulnya kotoran hanya dari filter bensin atau filter udara. Serabut filter bisa rontok kalau sudah terlalu lama dipergunakan, rontokan ini akan ikut masuk ke karbutor, demikian pula dengan filter udara.

Waktu membongkar, bagian yang dibongkar harus terpasang kembali dengan baik. Bagi yang belum terbiasa, sebaiknya buat dulu gambar sketsa. Menyemprotkan angin dari kompresor, perhati­kan, tidak ada yang hilang.

Pada mobil ini ternyata ada kotoran yang menyumbat primer dan scondary main jet, sehingga mesin kekurangan bensin, sehingga terjadi nyendal- nyendal. Setelah karburator di bersihkan, di rendam dengan tiner dan kemudian di semprot dengan kompresor, mobil menjadi normal kembali. Saringan udarapun lalu diganti baru. Suatu saat tangki bahan bakar harus di turunkan dan di bersihkan dari sisa sisa endapan bensin.