Tuesday, 8 January 2008

Tanya Honda Vario

Tanya: Pak Martin, saya seorang mahasiswa sebuah PTS di Semarang. Mo tanya tentang sepeda motor matic Honda Vario. Di bawah jog, di samping tutup bensin ada stiker tertulis motor ini menggunakan bensin tanpa timbal. Yang saya tanyakan, bila saya isi premium, apakah akan berdampak buruk di kemudian hari pada mesin tersebut? Mengapa harus menggunakan bensin tanpa timbal (pertamax/pertamax plus), padahal motor matic dengan merk yang lain hanya menggunakan premium? Apa perbedaan secara spesifik antara pertamax dan pertamax plus? dan mana yang lebih baik dan ekonomis? Karena Semarang kota yang amat sangat rawan banjir, seberapa tinggi ketinggian air banjir yang masih dapat dilewati (diterjang) oleh motor matic, apakah bisa berbahaya bagi mesin dan kelistrikan? Sebelumnya, terimakasih, maturnuwun sanget atas jawabannya. Bila Suara Merdeka hanya menghendaki konsultasi tentang mobil, maka mohon jawaban dikirim ke email saya. sekali lagi, terima kasih Irma Amalia whoii@plasa.com

Jawab: Terima kasih sdr Irma Amelia, anda termasuk pemilik motor yang peduli akan sehatnya motor. Rubrik ini tidak hanya untuk mobil, tetapi juga untuk pemilik motor. Maka silahkan ajukan saja pertanyaan.

Benar sekali bahwa Honda Vario harus menggunakan bensin tanpa timbel. Sayangnya, di Semarang bensin tanpa timbel baru ada pada pertamax dan pertamax plus. Berbeda di Jakarta, Surabaya dan Bali, disana bensin premiumnya sudah tanpa timbel. Sehingga premium juga bisa digunakan pada Honda Vario. Beritanya, pemerintah menjamin bensin Premium tanpa timbel per 1 Januari 2007 untuk seluruh Indonesia.

Mengapa harus menggunakan bensin tanpa timbel? Ini salah satu kepedulian motor merk Honda terhadap kualitas udara yang kita hirup. Pada Honda Vario dipasangkan Catalytic Converter (CC), yang bekerja menghilangkan gas beracun emisi gas buang dari motor. Bila kita menggunakan bensin bertimbel, maka timah itu akan menempel ke saringan knalpot dan kemudian akan menyumbat gas buang, akibatnya mesin mogok. Pihak Honda juga mengatakan, agar jangan sekali-kali memasukan oli ke lubang knalpot Honda Vario. Oli itu akan mengering, seperti arang dan kemudian akan menyumbat CC. Kalau mau ganti harganya juga mahal, lho.

Perbedaan spesifik pada Pertamax dan Pertamax Plus hanya pada tingginya Oktan bahan bakar. Pertamax 92 sedangkan Pertamax Plus 98. Oktan lebih tinggi kalorinya lebih besar maka tenaga motorpun lebih besar.

Semarang memang kotanya sering banjir walau baru hujan sebentar. Karena motor itu selindernya cuma satu, maka mudah mogok. Saran saya, kalau lihat banjir mending cari jalan lain, kecuali tingginya banjir baru sebatas 20 cm, atau dibawa ujung knalpot yang arahnya kebawa. Saat ini, sistim kelistrikan motor sudah cukup aman, tapi kalau sampai mencapai busi kemungkinan besar akan mogok. Yang dikawatirkan adalah kalau motor mogok dan kemudian air masuk ke mesin. Bisa- bisa masuk bengkel dan keluar ongkos besar.

Monday, 7 January 2008

Getar Hebat Corolla 79

Tanya: D Sukono Jl Mirit km 4 Kebumen. Saya termasuk penggemar rubrik bapak yang setia. Biasanya saya menyimak penjelasan dan menyesuaikan dengan kondisi mobil saya. Sekarang saya ingin bertanya tentang Corolla 79. Ada sesuatu yang mengganggu kenyamanan dalam berkendaraan saya ini. Corolla ini kalau berjalan pada kecepatan 60 km/jam akan terasa bergetar dan bersuara gemuruh. Kondisi mobil kami sesungguhnya cukup baik. Baru saja rebuld body, balance roda, ganti cross joint (kopel), karet pangkuan verseneling dan sporing. Akan tetapi kondisi bergetar pada 60 km/jam tetap ada. Kata teman copel agak ngobel bila kendaraan berjalan. Mohon petunjuk, apa yang mesti kami lakukan terima kasih

Jawab: Pasti mobil ini menjadi kebanggaan Anda. Corolla jenis ini memang terkenal irit dan banyak peminatnya, maka tidaklah rugi mengeluarkan biaya untuk memperbaiki. Keluhan tentang getaran dan suara gemuruh coba lakukan pemeriksaan sebagai berikut. Daerah copel memang patut di curigai. Coba naikan roda belakang agak tinggi, pasang penahan dan kemudian hidupkan mesin. Gerakan roda belakang dengan menggunakan verseneling gigi 2. Pertama perhatikan apakah as copel yang panjang itu berputar ogel atau mulus. Kalau ternyata mulus, dilanjutkan dengan kecepatan ditambah dan pakai gigi 3. (hati- hati jangan sampai mobil loncat, atau dongkrak jatuh. Sebaiknya basang balok sebagai penyangga). Apakah waktu berputar kedengaran suara yang Anda maksud. Kalau ada maka coba dengarkan ada depan atau belakang dari copel. Kalau belakang, mungkin lager gardan ada yang rusak, juga kalau depan, periksa pula gigi yang masuk ke as versneling, mungkin sudah aus. Kalau ternyata dalam percobaan ini tidak ada bunyi, maka coba perhatikan roda belakang. Apakah permukaan ban rata, dan kalau roda pelakang diputar dengan tangan ada gregel- gregel. Kalau ada perlu periksa lager as roda belakang. Gejala lager as roda belakang rusak, biasanya juga mengeluarkan suara gemuruh. Semaikin berat muatan semakin keras suaranya. Permukaan ban yang tidak rata juga menimbulkan bunyi gemuruh dan ogel- ogel. Bagian yang juga penting adalah kros member yang terletak dibawa radiator. Kalau kropos, diperbaiki dulu. Bagian itu yang kropos dan sebagai dudukan mesin juga bisa menyebabkan getaran.

Kalau mobil di pacu lebih dari 60 km/jam apakah hilang suaranya? Kalau hilang maka bagian yang harus diperiksa adalah copelnya. Bila diatas 60 km/jam masih ada bunyi, coba periksa roda belakang. Permukaan ban yang sudah rusak bisa juga sebagai penyebabnya. Wah penjelasan cukup banyak, mungkin membingungkan. Menyelesaikan soal bunyi memang lebih baik, teknisinya mendengarkan dan merasakan sendiri. Coba ajak seorang teknisi dealer Toyota, mungkin ia lebih tepat menyebut penyebab dari keluhan Anda.

Sunday, 6 January 2008

Lagi- lagi soal panas

Saya punya Zebra St 1.3, 16 v, tahun 1991. Satu setengah tahun yang lalu turun mesin, ganti Piston, ring, klep, metal jalan dan metal duduk serta semua seal. Mesin sekarang oversize 50, kopling ganti, kabel dan busi juga diganti baru. Jadi kelihatannya semua yang wajar rusak sudah diganti. Selesai OH, mobil berjalan baik dan bagus, tenaga kuat dan bensin irit, temperatur cukup normal (tapi agak tinggi kira -2,40 % lah)

Permasalahannya sekarang ini temperatur cenderung panas dan tenaga agak berkurang. Radiator sudah dikorok, tutup ganti baru dan orisinil, cuma water pump belum diganti, menurut bengkel tidak perlu karena dicek dilihat dengan tutup terbuka aliran air cukup bagus.kalau mobil jalan pagi atau malam penunjuk temp kira-kira 45 % tapi kalau siang bisa 70 % bahkan bisa 80% kalau mobil jalan kencang diatas 80 km/jam tapi air radiator tidak pernah berkurang/masih penuh ( ngisi wajar saja tiap 1 minggu sekali dan sedikit)

Apakah bisa platina diganti CDI? yang cocok dibelikan CDI mobil apa yang harganya cukup ringan? Pugi Jl. Semeru raya no.4 Semarang

Jawab: Banyak pemakai mobil mengeluh mesin panas khususnya mesin yang gunakan pada mobil Zebra. Apalagi yang sudah dipakai lebih dari 10 tahun. Penulis pernah bertanya ke pihak bengkel Daihatsu, dan dijelaskan sebagai berikut. Kalau mobil Zebra panas maka pertama yang harus diperhatikan adalah selang – selang radiator, khususnya yang berhubungan dengan pipa di mesin atau pipa dari radiator, tak boleh ada yang bocor. Kencangkan dan lihatlah jangan ada rembesan air, kalau ada rembesan harus dihilangkan. Kedua, perhatikan pipa yang berhubungan dengan blok mesin, biasanya karena pipanya terbuat dari aluminium maka dalam jangka waktu panjang akan terjadi kropos sehingga air merembes dari situ, tandanya dibagian itu tampak basah, dan kalau menggunakan air berwarna (radiator treatment) maka disekitar itu berwarna merah atau biru sesuai warna air radiatornya. Mengatasipun sebetulnya mudah. Lepaskan selang tersebut dan kemudian gunakan amplas bersihkan permukaan pipa aluminium yang kropos. Upayakan dibersihkan sampai licin, agas air tidak bisa merembes lagi. Sebelum memasangkan selang, oleskan seal paste pada pipa. Pasta tersebut dapat dibeli di toko suku cadang.

Selain itu, perhatikan beberapa selang kecil, yang ada disekitar pompa air ke bagian karburator. Selang itu perlu dibersihkan. Selang itu digunakan untuk memanaskan sistem bahan bakar. Kalau tersumbat oleh kotoran maka air tidak lancar, hal ini akan mengganggu sistem sirkulasi pendinginan mesin. Selang ini setelah dibersihkan dan diisi air, harus dipancing sampai air bisa mengalir lancar ke ujung lainnya, bila perlu disedot atau dibuang angin. Kalau didalam selang kecil itu masih ada udara atau kotoran maka akan menghambat sistem pendinginan mesin. Hal itu yang umumnya sebagai penyebab mesin panas pada Zebra.

Prinsipnya mobil yang tadinya menggunakan platina bisa diganti dengan CDI dan komponen ini bisa dicari di bengkel atau toko aksesoris. Harganya bervariasi, tapi berhati- hati dengan yang berharga murah. Karena kalau komponen CDI rusak dijalan sungguh merepotkan. Karena mungkin tak ada bengkel pinggir jalan yang bisa memperbaikinya. Sebaliknya mobil yang sejak baru sudah dilengkapi dengan CDI, jarang mengalami kerusakan.

Saturday, 5 January 2008

Tanya Jawab Email

----- Original Message -----

From: Hendra

To: Martin T Teiseran

Sent: Monday, September 17, 2007 2:11 PM

Subject: Re: Tentang Suzuki Esteem 1.6 GT

Beli harga 39 juta, ini saya bawa ke bengkel Plat H. Pak Martin banyak ya teman di situ.. saya dulu punya mobil jelek (maksudnya lebih jelek dari ini, padahal ini juga jelek hehehehehehe) udah tak bawa ke situ. Saya kenalnya sama Mas Budi, Mas Ari (sekarang udah keluar). Kebanyakan sih di situ pinter menangani Toyota. Tapi saya juga mantap di situ, lebih percaya. Pusing juga punya mobil penyakitan. Kalo Soluna Gimana pak? dari berbagai segi. Trima kasih tanggapannya.

----- Original Message -----

From: Martin T Teiseran

To: Hendra

Sent: Friday, September 14, 2007 2:43 PM

Subject: Re: Tentang Suzuki Esteem 1.6 GT

Selamat Siang pa Hendra

Saya ikut prihatin dengan kondisi ini, yah sudah mau dikata apa? Mobil kalau sudah bunyi yah walaupun ganti oli baru tetap saja bunyi. Maaf, kalau yang punya tau ada bunyi dan tune up sembuh mengapa yah tidak dilakukan sebelum dijual? Bunyi seperti apa? Kalau digas hilang atau kalau digas bertambah keras bunyinya. Kalau di gas tambah keras bunyinya mah penyebabnya metal (bearing) kalau digas hilang bisa jadi bushing konrot (bus stang segernya kocak). Kalau engine mounting akan penyebab nyendut endut dan bergetar, tapi tentu dengan melihat barangnya (lihat blogspot saya kemarin) dan memang harus diganti.

Kalau aki mungkin usianya sudah diatas 2 tahun tapi dibawa 3 tahun. Aki baru paling daya tahannya bisa tangan 2 minggu tanpa diisi, dan arusnya akan bergerak menurun sampai tidak tahan sehari. Kalau aki 5 hari baru tekort, apakah setiap 5 hari harus bawa ke tukang cas aki? Kalau demikian ada yang tidak beres dengan pengisiannya. Tapi setelah mobil jalan setelah diisi bisa bertahan 5 hari artinya pengisian aki bagus. Coba, kepala akinya dicopot sore hari bisa tahan berapa lama?

Yah itu..... kalau digas bunyilah semakin keras, maka ini yang harus didahulukan. Pokoknya yang bunyi dimesin itu dihilangkan dulu. Sayang saya tidak bisa bantu lebih lanjut, tolong tanya ke bengkel Plat H, disitu ada banyak temanku. Tanyakan apakah bunyinya bahaya. Dibeli dengan harga berapa pak Hendra?

Salam hormat saya
Martin T Teiseran-

From: Hendra

To: Bung Martin

Sent: Friday, September 14, 2007 10:55 AM

Subject: Tentang Suzuki Esteem 1.6 GT

Selamat Siang Pak Martin.

Akhirnya saya tidak sabar juga untuk mendapat mobkas yg saya inginkan.

Tapi akibatnya saya dapat Suzuki Esteem 1.6 th 94 yg "penyakitan". Body lumayan tapi mesin amburadul.

Waktu saya coba emang ada suara nglitik tp kata yg punya kalo di tune up bisa hilang.

Ternyata setelah saya ganti oli dan tune up suara itu tetap ada, Kata bengkel sih di piston nya jadi harus buka setengah mesin.

Wah berapa duit uang yang harus saya keluarkan @#$#$@ (puyeng).

Lagian mobilnya juga getar dan jalannya ndut endutan kalo jalan di RPM rendah. Kata bengkel sih engine mountingnya ada yg pecah.

Trus penyakit satunya lagi accu sering tekor nggak bisa di buat starter, kabel2nya berantakan nggak rapi. Mobil nggak saya pake 5 hari aja accu sudah tekor. Yang saya tanyakan apa bener dugaan montir bengkel tersebut, dan karena budgetnya mepet yg perlu saya benahi dulu apa ya, mengingat mobilnya suaranya kasar sekali ( apa emang bawaannya si Esteem).

Mohon tanggapannya via email saja Pak. Atas tanggapan yang diberikan saya ucapkan terima kasih.

Salam,

Hendra

Friday, 4 January 2008

Kopling Timor Keras

Saya mempunyai mobil sedan Timor th 1997. Kalau pada waktu awal berjalan kopling diinjak terasa enteng dan empuk. Kopling diangkat sedikit saja sudah ngangkat/narik. Tetapi kalau sudah berjalan lama terlebih-lebih bila berjalan di jalan yang banyak tanjakan. Maka kopling bila diinjak jadi terasa berat dan keras dan bila kopling diinjak dan dilepas tidak segera ngangkat/narik (bunyi mesin sampai nggereng). Jarum temperature menunjukkan separo/setengah kurang sedikit. Kipas berjalan normal, yaitu kalau mesin panas otomatis kipas berputar. Pengalaman saya pertama kali mengalami kejadian seperti itu saya resah dan kemudian mengambil langkah untuk berhenti sejenak di tepi jalan dengan maksud untuk mendinginkan mesin, dan mengecek yang perlu dicek. Anehnya setelah mesin cukup dingin dan kemudian saya setater kembali dan mesin sudah hidup normal, kopling saya injak kembali enteng/empuk dan sedikit saja diangkat sudah ngangkat/narik seperti sedia kala.

Kondisi seperti itu sampai sekarang dan belum pernah saya bawa ke bengkel. Informasi lainnya, radiator belum pernah dibersihkan, hanya pernah sekali saya kuras airnya. Plat kopling belum pernah ganti. Mobil jarang dipakai. Yang lain-lain masih normal.:Drs. Moeslich Saleh Jl. Tembalang Baru VI/118 Semarang.

Jawab:
Informasi yang Anda sampaikan adalah, pada awal jalan kopling tidak maslaah, ringan. Akan tetapi bila sudah jalan kopling menjadi keras dan ketika kopling dilepas rpm mesin naik (bunyi mesin nggereng). Memang adalah masalah dengan system kopling mobil Anda. Ketika melepas kopling, plat cluth cover (blindes) tidak spontan menekan kembali plat kopling, sehingga mesin tanpa beban dan rpm naik. Mestinya ketika lepas pedal kopling blindes kembali menekan plat kopling dan mesin mendapat beban menarik mobil dan roda berbutar. Coba diperhatikan. Ketika bunyi ggereng apakah mobil tidak bergerak lancer kondisi seperti mau berhenti.

Kalau benar seperti dugaan maka coba ganti minyak kopling dan bersihkan salurannya mulai dari atas sampau bawah. Ada ada kemungkinan, ada kotoran yang menghambat kembalinya piston master dan release kopling. Kemungkin lain adalah bushing dimana ada release bearing (drug lager) koror sehingga memacetkan kembali posisi release bearing.

Untuk keedua hal, mestinya mobil dibawa ke bengkel untuk diobservasi atau diperbaiki. Mobil yang jarang digunakan, atau yang sering hanya memaskan mesin tanpa digerakan bias membuat maslah dengan system lain. Oli digardan maupun transmisi hanya melumasi gigi bagian bawa. Minya rem dan minyak kopling tidak bergerak sehingga memudahkan pengendapan kotoran pada selinder, dalam jangka panjang merusak selinder rem maupu selinder kopling.

Terakhir perhatikan berapa jauh mobil tersebut sudah beroperasi, bila sudah lebih dari 80.000 km, disarankan untuk ganti plat kopling, blindes, release bearing dan pilot bearing.

Wednesday, 2 January 2008

Masih Soal Starter

Bersihkan Pull Aki

Mobil yang terawat dengan baik, tentunya selalu memberikan kenyamanan bagi pemiliknya. Namun pertanyaan bagi kebanyakan dari pemilik mobil adalah bagimana dan bahagian mana yang perlu mendapatkan perhatian tersebut. Mengingat tidak semua pemiliki mobil berlatar belakang montir. Dengan mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut diharapkan pemiliki mobil tidak perlu setiap kali membawa mobil ke bengkel bila mobil mengalami kerewelan.

Pemiliki mobil sering mengalami kesulitan dipagi hari, orang Amerika bilang “morning sick” , atau mengalami kesulitan start mobil lagi setelah parkir sebentar. Gejala yang muncul ketika itu adalah:. Kunci kontak sudah diputar pada posisi start, kemudian diikuti dengan bunyi kecil di ruang mesin, semua lampu di dash board mati dan setelah itu, walaupun kunci kontak diputar tidak kedengaran bunyi. Beberapa kali kunci kontak di putar tidak ada gejala mesin mau hidup.

Kejadian seperti ini umumnya disebabkan oleh aliran arus dari battery (aki) tidak lancer, system pengapian atau system saluran bahan baker. Kali ini kita bicara yang paling mudah saja, yakni soal aki. Bagian yang disebut kutup aki, atau juga teknisi menyebut sebagai pull aki bisa buat masalah bila tidak dirawat dengan baik. Karena tidak terkontak dengan baik pada klem aki, atau dari klem aki ke kabel aki, sehingga aliran aki tidak sempurnba sampai ke motor starter.

Semisal aki itu merupakan bendungan yang airnya mau digunakan untuk pengairan. Dimama sesungguhnya air di bendungan tersedia cukup, namun ketika disalurkan ke sawah ternyata sejumlah air yang seharusnya sampai ke sawah tidak sampai, karena terjadi kebocoran di salurannya atau tersumbat oleh kotoran di pintu bendungan. Hal serupa bisa terjadi pada aki. Arus (strom) aki yangs esungguhnya sudah penuh dan mampu untuk menghidupkan mobil tidak bisa digunakan akibat adanya kotoran- kotoran pada permukaan pull aki.

Bila Anda mengalami hal seperti ini, maka tindakan yang perlu Anda lakukan sebagai berikut:

1. Putarlah kunci kontak pada posisi off, kemudian bukalah kap mesin dan perhatikan di daerah sekitara aki.

2. Kepaskan lebih dahulu pull aki bertanda minus (negatif), baru kemudain lepaskan pull aki bertanda plus. Demikian perlu dilakukan , karena bila Anda lepaskan lebij dahulu pull bertanda plus, ada kemungkinan kunci yang digunakan bersinggungan dengan bagian mobil yang lain akan menimbulkan percikan bunga aki.

3. Untuk menghilangkan kotoran, krak berwarna putih, bisa dimulai dengan menyiramkan air panas di sekitar pull aki lalu keringkan dengan lap. Setelah itu gunakan selembar kecil kertas pasir (amril) untuk membersihkan lubang klem aki dan pull aki.

4. Setelah yakin segala sesuatunya beres, maka pasangkan kembali pull aki. Pertama pasangkan pasangan klem aki ke pull aki bertanda plus. Setelah itu baru pasangkan ke pull bertanda negatif. Kendati jarang terjadi pemasangan terbalik, negatif ke positif atau sebaliknya, namun bila sampai pemasangan kabel aki terbalik akan berakibat fatal bagi altenator dan bagian listrik lainnya dari mobil.

5. Ketika mengancingkan pull aki, sering kali baut sudah kencang tetapi klem aki bagi bisa diputar. Hal itu disebabkan bisa terkancing dengan kuat karena klem aki sudah molor (membesar). Untuk membuat klep aki bisa terkancing kuat lagi, maka lepaskan klem aki tersebut, lalu lepaskan pula mur baut yang ada pada klem aki. Kemudian gunakan gergaji besi untuk mengurangi ketebalan klem aki pada sisi dalam pada kedudukan mur mautnya. Dengan cara ini diharapkan klem aki akan bisa berfungsi optimal lagi.

6. Setelah terkancing dengan baik, coba klem aki diputar pakai tangan, bila sudah keras, ambilah sedikit gemuk (pelumas) tutuplah celah- celah antara pull aki dengan klem aki. Dengan menutup semua celah, diharapkan tidak terjadi korosi lagi, karena uap dari air aki tidak sampai mengkontaminasi kedua bagain aki tersebut.

7. Selain ditimbulkan oleh aki, maka penyebab lain dari kerewelan start adalah buruknya cara pemasangan kabel masa, atau grown (-). Pada sebagian mobil, khususnya mobil lama kabel ini tidak menjadi satu potong mulai dari pull aki bertanda minus sampai ke motor starter, atau sampai ke blok mesin. Maka mungkin terjadi, kotoran antara mur baut dengan chasis, atau baut pengancing kendor. Akibat daripada itu, arus aki tidak lancer sampai ke motor starter. Untuk mengatasi hal itu, pakailah sepotong kabel seukuran kabel aki yang ada. Pasangkan langsung dari kepala aki bertanda minus langsung ke salah satu baut baut yang ada pada blok mesin. Percayalah, dengan cara ini kerewelan akibat motor starter bisa teratasi.

Tuesday, 1 January 2008

Masalah dengan Starter

Suara Merdeka 2001.

Sejak hari ini Suara Merdeka ingin membantu Anda dengan beberapa petunjuk praktis untuk mengatasi hal- hal seharian. Memberikan petunjuk praktis bagaimana mengatasi hal- hal ringan menghadapi mobil Anda yang rewel. Silahkan membaca.

Starter.

Kebanyak dari kita akan menjadi bingung ketika sudah siap duduk dibelakang kemudi dan hendak menghidupkan mesin mobil ternyata mesin mobil tidak menunjukan reaksi. Dalam perasaan bingung yang disertai berbagai pikiran tentang pekerjaan pasti membuat kita menjadi salah tingkah, bahkan bingung.

Bagi yang tahu tentang permesinan sekalipun, paling tidak menjadi tergesa- gesa. Entah karena janji akan waktu atau kepentingan lain yang sudah mendesak sehubungan dengan waktu. Dalam kondisi seperti itu umumnya pikiran yang jernih menjadi semakin jauh yang tinggal hanyalah kepanikan. Masih beruntung bagi yang memiliki mobil lain, dengan demikian ia bisa pergi dan mobil masih memiliki cukup waktu untuk diperbaiki oleh teknisi atau mencari mobil lain untuk menarik mobil mogok tersebut ke bengkel terdekat.

Perlu diketahui, tidak semua mobil mengalami hal serupa, khususnya bagi mobil yang berusia kurang dari 5 tahun atau memiliki jarak tempuh belum 50.000 km. Karena umumnya mobil dengan jarak operasi sejauh ini belum mengalami keausan yang berarti. Banyak bagian dari mobil masih baru dan terkancing dengan keras. Namun bagi mobil yang sudah agak tua, dengan jarak tempuh diatas 50.000 km, sering kali mengalami gangguan- gangguan ringan sampai berat.

Sesungguhnya untuk gangguan- gangguan ringan, Anda bisa mengatasinya, bila Anda tahu bagian mana yang perlu pertama kali diperiksa. Mungkin dengan mengatasi sedikit kekurangan tersebut jadwal Anda tidak perlu terlalu terganggu.

Dikontak mesin tidak bereaksi

Bila Anda mengalami hal seperti ini, maka pertama yang perlu diperhatikan adalah sinar lampu- lampu indicator di depan sopir, khususnya lampu dengan inisial CHG. Bila bersamaam kunci kontak diputar pada posisi start, sinar lampu berwarna suram ketika distart dan, kembali bersinar normal saat posisi kontak pada posisi on. Kejadian ini bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama karena ada kemacetan pada motor starter dan kedua battery (aki) sudah lemah.

Pertama: Kemacetan pada motor starter bisa mulai dari ringan sampai berat. Namun yang umum pada mobil tua adalah gigi starter terkait macet terhadap Ring Gear (Fly Wheel/ roda gendeng). Untuk mengatasi hal tersebut, gigi transisi pada posisi 2 atau 3, tidak menginjak kopling, kontak pada posisi off dan kemudian mobil di goyang- goyang. Diharapkan dengan gerakan tersebut gigi yang macet bisa terasi. Sekarang mesin bisa dihidupkan.

Lain kali kejadiannya bisa berbeda. Kontak diputar terdengar bunyi, tik- tak tik- tak seirama tangan memutar kontak. Kejadian ini, nyaris penyebabnya sama dengan contoh diatas, yakni ketika kontak start, gigi motor starter tidak mau mengait ring gear. Gigi motor starter hanya menabrak sisi luar dari gigi fly wheel. Hal ini bisa disebabkan oleh gigi motor starter yang tidak mulus bekerja. Sehingga ketika menyinggung permukaan, gigi tidak mau menyesuaikan diri dengan ring gear pada fly wheel. Setelah Anda memutar- mutar kunci kontak, maka suatu ketika mesinpun mau berputar. Bila cara ini digunakan terus menerus dikawatirkan suatu saat akan merusak ring rear yang nilai cukup mahal. Cara yang tepat adalah membongkar motor starter dan kemudian mengganti starter clutch (kopling gigi starter). Sesekali teknisi bisa mengatasi dengan cara memberikan sejumlah pelumas ke system kopling starter tersebut. Namun yang paling baik adalah mengganti dengan komponen baru. Bila ditanya kapan seharusnya komponen ini diganti, umumnya setelah 10 tahun dengan jarak tempuh diatas 200.000 km.

Kedua: Aki yang sudah lemah.

Setelah beberapa kali memutar kontak, maka sinar akan semakin suram dan bahkan suatu ketika tidak ada suara apa- apa lagi. Kejadian ini umumnya dialami oleh mobil yang sudah menggunakan aki tersebut selama lebih dari 2 tahun. Bagi mesin bensin, bila dirumah ada adaptor maka bisa mengisi aki dengan adaptor selama kurang lebih 15 menit dan mobil bisa distart lagi. Namun bagi mesin solar butuh waktu pengisian lebih lama.

Kendati demikian perlu dipahami bahwa gejala aki melemah tidak datang sekonyong konyong. Semula mobil tidak bisa distart setelah 2 hari diparkir, kemudian sehari dan terakhir bila ditinggal 8 jam sudah kehilangan daya menyimpan arus aki, yang umumnya terjadi ketika pagi hari. Dengan mengganti aki baru, dijamin sudah beres.