Saturday, 29 December 2007

Motor Mogok Setelah 1,5 Km

Tanya : Saya adalah memiliki sebuah sepeda motor buatan Cina. Setelah berjalan lebih kurang 8000 km (1 tahun), motor tersebut sering bermasalah yaitu, kalau sudah jalan sekitan 1.5 km tiba-tiba mati. Setelah distart bisa hidup lagi, namun beberapa saat kemudian mati lagi. Sudah saya bawa ke bengkel resminya dan dilakukan penyetelan mesin hingga penggantian karburator, problem tersebut tetap terjadi. Bagaimana mengatasi persoalan saya tersebut ?

Jawab : Gejalah seperti yang anda alami bukan saja terjadi pada motor buatan Cina, tapi berlaku juga pada semua motor. Ada beberapa faktor penyebab mogoknya sepeda motor anda tiap 15 km. Bisa karena mesin terlalu panas sehingga mesinnya macet (pistonnya sesak terharap selinder). Akan tetapi dari cerita anda, tampaknya panas mesin (over heating) bukan merupakan penyebab dari mogoknya motor anda mengingat motornya baru berjalan 15 km. Saya menduga penyebabnya adalah pada sistem bahan bakar. Bengkel telah mengganti karburator, jadi karburator menurut saya bukan sebagai penyebabnya.

Agust Budi Nugroho praktisi motor menjelaskan bahwa, penyebabnya ada pada suplai bahan bakar. Pada sepeda motor, sistem suplai bahan bakar tidak menggunakan pompa bahan bakar, melainkan mengandalkan aliran alami, yaitu bensin mengalir dari atas kebawa, berdasarkan beda ketinggian antara tangki bahan bakar dengan karburator. Kondisi sepeda motor anda layaknya seperti air mengalir tapi ada penghalangnya, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar. Namun jika sedotan tersebut kita goyang-goyangkan, maka air sedikit demi sedikit akan menetes. Demikian juga yang terjadi pada tangki bahan bakar sepeda motor anda. Bensin tidak mengalir dengan lancar, melainkan menetes sedikit demi sedikit sehingga kebutuhan bensin akan tidak mencukupi dan mengakibatkan mesin mati setelah beberapa saat hidup. Setelah mesin mati untuk beberapa saat, bensin akan menetes ke dalam karburator hingga memiliki jumlah yang cukup lagi untuk menghidupkan mesin dan bisa berjalan lebih kurang 15 km lagi, demikian seterusnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa bensin tidak lancar mengalir karena terhambat oleh kotoran atau kevakuman yang terjadi dalam tangki bahan bakar. Yang perlu anda lakukan adalah memeriksa tutup tangki bahan bakar motor anda. Pada seal / sekat karetnya anda beri lubang dengan menusuk menggunakan peniti atau jarum agar dalam tangki tersebut tidak terjadi kevakuman yang berlebihan sehingga aliran bensin bisa lancar kembali.

Anda bisa menguji dengan cara, ketika selang ke karburator di lepas lihatlah apakah bensin mengalir dengan lancar, kalau tidak lancar, coba buka tutup tangki. Kalau lancar maka penyebabnya tutup tangki. Kalau setelah tutup tangki dibuka, bensin tetap tidak mau mengalir berarti bisa jadi duduk keran tidak benar atau ada kotoran yang menyumbat, pada saringan bensin, atau selang salurannya.

Friday, 28 December 2007

Accord 80 Mau Ganti Karburator.


Suara Merdeka
Edy Budhiono edybudhiono@yahoo.co.id Pak, saya mempunyai mobil Honda Accord Th 80, kondisi mesinnya sih masih baik. Yang ingin saya tanyakan pertama, AC nya sering ngadat terakhir adalah rusak di compressor dibawah dashboard (evap? ) karena service terakhir itu dipotong lalu disambung baru tapi hanya bertahan 2 minggu dan kata teman harus diganti saja. Apakah masih ada untuk evap accord 80 bila bapak tahu mohon info untuk dimana harus beli dan berapa kisaran harganya.?

Mobil juga tidak stasionernya, kadang stabil kadang tidak. Pernah disarankan untuk ganti karburator (katanya udah ngolet). Apakah masih ada yang jual untuk karburator itu saya mohon info untuk itu. Bagaimana bila tidak ada apa bisa di bandrek dengan yang lain. Untuk perubahan ini terasa bila saya habis bepergian ke daerah pegunungan ( misal.Ke Ketep?), berjalan agak lama (keluar kota) dan berjalan tanpa AC dinyala maupun AC nyala, perubahan itu tidak terasa. Kenapa ya ?

Demikian pak pertanyaan saya, atas perhatian dan jawaban dari bapak saya ucapkan terima kasih.

Jawab:

Anda mengalami dua gangguan pada Accord tahun 80. Bila melihat umur pakai sudah 25 tahun maka lazimlah ada bagian yang sudah aus. Tentang AC yang sering nyadat, apa yang dikatakan teman itu benar. Saya menyamakan pipa- pipa kecil yang berada dalam rangkaian evapurator seperti pipa-pipa leding air dalam rumah. Kalau penggunaannya sudah lama maka pipa tersebut akan kropos. Samahalnya yang terjadi pada evapurator AC tersebut. Pipa- pipa kecil yang ada di dalamnya sudah kropos, maka bila ada satu bagian yang diperbaiki maka bagian lain tak lama kemudian ikut bocor. Itu yang sedang anda alami, sehingga ketika perjalanan jauh, di pegunungan atau keluar kota dinginnya AC tidak banyak perubahan. Oleh karena itu, lebih bagus diganti saja evapuraor baru. Saya mencoba mencari informasi ke bengkel AC Pasifik di Semarang Indah (Telp: 76137480) dijelaskan bahwa kemungkinan ada. Di jelaskan pula bahwa evapurator ada 2 pabrikan, Sanden dan Denso harganya sekitar Rp 385.000 belum termasuk ongkos servis. Agar lebih pasti disarankan untuk dibawa ke bengkel.

Tentang mesin tidak mau stasioner, benar seperti apa yang anda katakan. Saya sering menyarankan kepada pemilik mobil lama (lebih dari 20 tahun), kalau mobil sudah boros, suka nyendal, tidak mau stasioner, lebih baik ganti saja karburatornya. Apalagi harga bensin semakin mahal. Kalau mau asli mesti pesan dulu ke dealer Honda, namun bila mau bandrek, maka perlu langsung bawa ke bengkel. Teknisi akan melihat dan mencocokan lubang dari karburator. Prinsipnya karburator yang diganti diambil dari mobil yang memiliki CC yang sama pula. Kalau diambil dari CC kecil dikawatirkan tenaga yang dihasilkan tidak sesuai aslinya.

Thursday, 27 December 2007

Menggalakan Mitsubhisi Kuda

Suara Merdeka Desember 2003

Saya awam dalam hal mobil dan baru beli Mitsubishi kuda diamond 1.6 bensin, pertanyaan saya adalah, misal kabel busi saya ganti dengan yang racing, terus busi saya ganti, apa boleh dilakukan? Apakah ada negative effectnya?

Lalu apabila saya ingin menambahkan motor-up ke dalam oli mesin, apakah boleh? dan kalau tidak dianjurkan kapan diperbolehkan?

Saya dengar dengan menggunakan Unichip dan piggybank(kalau saya tak salah tulis), bbm bisa lebih efisien dan tenaga lebih responsif, apakah benar?, dan apakah untuk kuda 1.6 dapat diinstall dengan unichip berikut piggybank, serta apakah dianjurkan dan tidak ada efek sampingnya???

Apakah ada gunanya mengisi angin pada ban dengan N2 dan menurut buku manual dianjurkan menggunakan bensin biasa/ leaded, tapi bolehkah menggunakan bbm pertamax dan pertamax plus???

Meter tempertur pada Kuda 1.6 cepat panas, sebentar saja sudah menunjukkan posisi setengah, perlukan mendinginkan mesin? Kemudian hal hal lain apa saja kiranya yang saya harus saya perhatikan agar mesin awet dan tetap halus? Antonie, steve_dyn@yahoo.com

Jawab: Kabel busi bawaan untuk penggunaan normal tidak untuk mobil racing. Oleh karena itu menurut Heru Rubianto, kepala bengkel Mitsubhisi di Jl Siliwangi Semarang:”bila ingin ”menggalakan” Kuda disarankan mengganti koil yang tegangannya lebih besar, kabel busi yang tahanan dan kualitas yang mumpuni dengan demkian apinya bisa lebih besar” artinya boleh- boleh saja.

Pertanyaan Anda tentang motor up, tidak dianjurkan untuk dicampukan ke oli mesin. Dikawatirkan campuran tersebut akan menurunkan kinerja oli mesin. Lebih disarankan menggunakan oli yang API service SI , SJ atau sesuai buku pemilik.

Apakah Unichip dan piggybank sebuah perangkat lunak komputer? Kalau benar harap menghubungi bengkel Mitsubhisi terdekat. Bila berupa campuran ke bahan bakar (BB) akan menaikan oktan, akibatnya gas buang lebih meracun. Kalau berupa komponen yang harus digandengkan dengan listrik (Aki) maka bisa jadi untuk memanaskan BB Keduanya membuat mobil lebih bertenaga.

Bagus menggunakan gas N2 (tanpa air), karena udara (H2O) dari kompresor biasa mengandung air dan hal itu mempercepat kerusakan pada jaringan ban. Kuda Anda boleh menggunakan bensin premium (bertibel) maupun pertamax (nontimbel). Lebih dianjurkan menggunakan beroktan sekitar 92 dan itu ada pada Pertamax. Menggunakan pertamax tenaga mesin akan lebih besar dan agar ekonomis pengapian distel ulang.

Kesan saya kondisi mesin mobil Anda baik, tak perlu dikawatiran soal meter temperatur. Karena menurut Heru Rebianto, indikator akan selalu menunjukan pada posisi tersebut ketika mesin mencapai temperatur kerja. Yang penting janganlah suatu ketika jarum menunjukan pada posisi yang tidak biasanya atau lebih tinggi.

Wednesday, 26 December 2007

Mau Beli Mobil Bekas

Suara Merdeka Desember 2002.

“Kalau punya duit cukup, saya pasti memilih membeli mobil baru” demikian ujar seorang teman ketika mengatakan niatnya untuk membeli mobil. Bagaimanapun juga membeli mobil baru lebih memberikan perasaan aman, terbebas dari rasa was- was. Tidak demikian ketika berniat membeli mobil bekas. Berbagai pertanyaan seperti apakah mengatakan kondisi sesungguhnya dari kondisi mobil tersebut. Apakah mobil pernah mengalami tabrakan, apakah mesin pernah umup dan turun mesin, apakah oli pernah habis dan seterusnya. Sehingga membeli mobil bekas pernah dikatakan seperti membeli kucing di dalam karung. Walaupun harus diakui banyak pula mobil bekas yang kondisinya masih prima. Berikut ini beberapa saran yang kiranya bermanfaat bagi calon pembeli mobil bekas.

Daerah asal mobil

Daerah dari mana mobil itu berasal bisa menjadi petimbangan. Dulu orang senang membeli mobil bekas bernopol (noper polisi) AD, karena ceritera dari mulut ke mulut yang mengatakan orang Lawean suka menyimpang mobil ketimbang menggunakan, apalagi sedang hujan. Mereka lebih memilih numpang bejak dari pada mobilnya kena hujan. Kemudian mobil bekas berkwalitas bagus katanya bergeser ke Magelang, katanya orang- orang didaerah itu tidak sering berpergian, sehingga mobilnya berresiko kecil terhadap kecelakaan. Mobil bekas pantai utara katanya yang paling beresiko karat, karena sering kena air laut dan mobil B dan D kurang diminati karena urusan surat-surat sering tidak lancar. Sekarang sudah berubah, orang tidak lagi mempermasayalah asal mobil, yang penting baik ketika melihat dan pernjanjiannya jelas.

Dari fisiknya mobil, baik sedan maupun minibus dapat dilihat, di bagian bawah dari mesin tepatnya dibagian bawah dari radiator sampai mesin ada sebuah pelat lebar yang digunakan untuk menahan air ketika mobil masuk ke kubangan. Bisa terbuat dari plastik bisa juga dari plat baja. Bila pelat ini masih mulus, menunjukan kondisi mobil masih bagus. Bila yang terjadi sebaliknya, maka hal ini bisa menggambarkan pengemudi mobil tersebut berwatak kasar yang suka menabrakan mobil ke batu atau gundukan tanah. Masih di bagian bawah roda depan ada lower arm. Bagian yang paling rendah ini, kalau tidak berhati- hati disaat melewati jalan rusak bisa menjadi sasaran bertubrukan dengan batu atau unggukan tanah, bila tampak penyot artinya mobil kurang dirawat dengan baik.

Senggol-menyenggolan bagian samping sudah biasa terjadi, akan tetapi yang lebih penting berhati- hati dengan mobil yang mengalami tabrakan dari depan. Kejadian ini biasanya akan menyebabkan perubahan pada struktur body mobil. Gejalahnya mobil ketika jalan stirnya menarik ke salah satu arah dan permukaan ban bisa makan sebelah. Cara periksa memang agak sulit bagi yang awam, namun mudah bagi teknisi. Bukalah kap mesin dan perhatikan bagian atas lampu besar. Rapih atau tidak. Apakah banyak bekas ketokan? Sambungan- sambungan biaanya ada sealer yang nampak masih rapih. Apron adalah bagian untuk menyangga duduknya roda pada sedan. Pada tabrakan berat bagian ini biasanya diganti dengan yang baru. Repotnya kalau Anda membeli mobil bekas yang apronnya dipasang asal sambung. Dempul yang tebal, menjadikan bagian seolah- olah mulus.

Bagian lain adalah palang di bagian depan radiator. Khusus Katana. Panther atau Kijang, panel yang melintang ini sulit untuk dikenteng, biasanya diganti dengan baru. Tetapi bagian yang menjadi dudukan lampu besar biasanya hanya dikenteng. Coba Anda perhatikan di bagian belakang lampu tersebut. Bila dempulannya tidak rapi dan di sana sini ada bekas kenteng, Anda perlu berhati- hati.

Mobil tanpa mesin namanya gerobak. Beli mobil bekas yang mesinnya sering mogok sehingga harus didorong bisa sama dengan beli gerobak. Oleh karena itu kondisi mesin harus bagus. Walaupun sekarang jarang dijumpai mobil yang bearing (metal) nya kruk as bunyi, tetapi tidak ada salahnya Anda dengar ketika mesin hidup. Start mesin dan injak pedal gas sedikit- demi sedikit bersamaan letakan kaki kiri pada karpet dan kemudian rasakan bahwa pada saat pedal gas di injak, RPM mesin mulai naik dan sampai 2.500 apakah ada ketukan di kaki kiri dan bunyi ketukan dari mesin. Bunyi tersebut menandakan ada bering yang aus, dan untuk memperbaikinya harus turun mesin (OH mesin) yang memakan biaya tidak sdikit. Kalau tidak ada bunyi yang dimaksud berarti kondisi mesin baik. Tetang sehat tidaknya mesin secara sederhana dapat dilihat, asap yang keluar dari ujung knal-pot. Bila berwarna seperti abu rokok, maka hal itu menandakan keadaan mesin sehat dan irit.

Sekarang coba mobil dijalankan, di jalan yang mulus dan kemudian dengarlah bunyi- bunyi. Pada mobil dengan penggerak roda bela­kang, coba pedal gas ditambah sehingga kecepatan 80 km/jam. Dengarlah, bila pada saat kecepatan ditambah, ada bunyi ngingg dan ngung- nging di bagian belakang dan kemudian hilang bersamaan dengan pedal gas dilepas, maka bunyi ini disebabkan oleh rusaknya gigi gardan. Harganya mahal, oleh karena itu perlu dikalkulasi ketika membeli mobil tersebut.

Acap kali pembeli dibohongi oleh yang menjual mobil bekas dengan cara merubah jarak tempuh yang ada pada spido meter. Diundurkan sehingga kesannya mobil belum beroperasi jauh. Mobil yang terawat baik, umumnya memiliki history card di bengkel Dealer. Kebenaran jarak tempuhnyang sudah terjadi sangat penting bagi mobil yang dilengkapi dengan timming belt. Bila tidak diganti sesuai petunjuk pabrik, bisa putus dan merusak bagian mesin.

Soal surat- surat juga penting. Kalau Anda ragu-ragu tentang aslinya surat-surat mobil seperti BPKB, STNK dapat ditanyakan ke Samsat setempat atau ke dealer. Biasanya di kantor Samsat arsip semua mobil tersimpang, termasuk arsip mobil luar kota yamh dimutasikan. Anda mungkin pula menjumpai pada BPKB dan STNK tertulis tahun pembuatan ada 2 tahun, seperti 2000/ 2001. Tidak usah ragu, kendaraan itu tahunnya 2001 sesuai dengan tahun yang tertulis pada faktur.

Terakhir soal harga. Tidak perlu terlalu bertahan pada tawaran Anda, bila kondi­si mobilnya bagus. Penundaan bisa jadi Anda tidak jadi memiliki mobil tersebut. Mungkin keesokan hari, ketika Anda berniat untuk membayar mobil sudah diambil orang lain. Harus diketahui bahwa umumnya para penjual mobil bekas mengambil keuntungan antara Rp 500.000 sampai Rp 1 juta. Penjual mobil bekas akan untung lebih besar kalau tukar tambah, kedua-duanya untung. Soal janji harus betul-betul tertulis diatas kertas. Seperti perpanjangnan STNK atas nama jangan mau hanya janji lisan.

Bila Anda sudah memutuskan membeli dan kemudian kesesokan harinya mobil dibawa kembali karena tidak senang mu­ngkin karena mesin atau transmisinya rewel, biasanya harus membayar sekian uang kompensasi. Kalau Anda ingin menukar dengan mobil mobil lain atau batalkan pebelian, ini menjadi kesempatan menguntungkan bagi penjual. Maka walaupun agak mahal lebih terjamin membeli mobil bekas pada penjual yang memberikan jaminan untuk jangka waktu tertentu, sama halnya atau mendekati pelayanan pembelian mobil baru.

Tuesday, 25 December 2007

Lexus Over Heat

Bukan saja mobil kelas menengah, seperti kelas Zebra, Suzuki, Kijang yang mengalami mesin panas, tapi mobil seperti Laxuspun tak bebas dari masalah tersebut. Hal ini ditutur kembali oleh Haryono, teknisi senior Link Auto Service Jl Panjaitan No 3 Semarang. Lexus terebut sudah sejak dari Surabaya menunjukan gejala tak beres dengan mesin oleh karena itu setiba di Solo, pemilik mobil bermaksud memperbaiki keluhan panas tersebut ke Semarang. Ketika menajak didaerah Boyolali, ia merasa mesin kurang enak, temperatur naik dan tak lama kemudian mesin mati. Kap mesin dibuka dan mesin tampaknya panas sekali. Ada uap yang keluar dari sekitar tutup radiator. Setelah dingin air ditambahkan lagi keradiator dan perjalanan diteruskan dan macet lagi di Ampel dan Salatiga dan sesampai di Gombel pemiliki mobil menelepon agar mobil ditarik karena tak mau dihidupkan lagi.

Setelah dibongkar ditemukan mesin Lexus mengalami kerusakan cukup berarti, dimana selinder kop harus di diratakan, ada selisih 0.15 mm sampai 0.2 mm dan dudukan klep (seating valve) lepas du buah. Bukan itu saja, mobil mewah tersebut mengalami kerusakan pada sensor temperatur dan switch temperatur serta beberapa kompunen dari palstik yang leleh, karena panas yang diperkirakan mencapai atas 200 derajat Celsius.

Mestinya sensor tersebut berfungsi mengamankan mesin over heat, akan tetapi karena terus menerus dipaksakan berjalan malah ia kehilangan fungsi. Sistim komputer pada Lexus bila mendapat masukan data over heat, maka komputer akan menghentikan suplai bahan bakar dan menghentikan pengapian.

Haryono, selanjutnya menyebutkan penyebab kerusakan mesin Lexus adalah rusaknya tutup radiator. Per dan permukaan karet yang radiator telah lemah sehingga ketika tekanan dalam mesin belum mencapai seperti tertulis pada tutup radiator, air berbentuk uap telah mengalir ke reservoir.

Tutup radiator sering kali tidak perhitungan para teknsis sebagai penyebab over heat. Selain tak memiliki alat test, teknisi tertipu oleh bentuk tutup radiator yang masih bagus. Selain itu pada beberapa mobil, setelah isi air perlu ada pembuangan angin. Bagusnya, mobil yang beroperasi maksimum 80.000 km tutup radiator diganti baru. Kealpaan juga sering dilakukan sebagian teknisi. Mestinya, di dalam daftar tune up mesin, ada aturan memeriksa tekanan kerja tutup radiator, tapi tidak dikerjakan. Bagi anda yang mau mengganti tutup radiator, jangan mengganti tutup radiator yang memiliki batas tekanan lebih kecil, lebih baik menggunakan yang sama atau yang lebih besar. Dengan demikian tak perlu mengalami nasib seperti Lexus ini yang menunggu lebih dari 3 bulan part harus dipesan dari Jepang via Singapure. .

Sunday, 23 December 2007

SUSPENSI: "GEROBAK SAPI" ATAU KIJANG

KOMPAS, Kamis, 21-09-1995. Halaman: 16

SUSPENSI: "GEROBAK SAPI" ATAU KIJANG

Gerobak sapi adalah contoh sebuah kendaraan dengan kecepatan 4 - 6 km/jam yang dimungkinkan tanpa menggunakan sistem suspensi. Untuk gerobak sapi, penggandengan ban dapat langsung dipasangkan pada bak. Tidak membutuhkan sebuah rencana yang lengkap tentang bagaimana membuat "gerobak" yang nyaman dan bisa meredam goncangan- goncangan saat melewati jalan rusak atau tidak perlu memikirkan kestabilan kendaraan pada kecepatan tinggi dan tidak bakal terjadi

rolling. Begitu pula dengan andong yang kecepatannya mungkin antara 7 - 15 km/jam? Kendaraan ini disertai suspensi yang cukup sederhana, karena kecepatan dan daya tarik seekor kuda yang relatif rendah.

Namun jangan ditanya kalau suatu saat gerobak atau andong ditarik mobil Kijang dan kebetulan Anda duduk di lantai gerobak. Goncangan-goncangan keras membuat tangan dan pantat Anda repot mencari tempat yang nyaman. Itupun mungkin baru dijalankan 20 km/ jam. Bayangkan kalau dijalankan dengan kecepatan 100 km/jam, bukan fisik Anda saja rontok tetapi satu persatu bagian dari gerobak bisa lepas. Maka dapat disimpulkan, pasti semua mobil yang beroperasi di jalan raya sudah menggunakan sistem suspensi yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan.

Demikian pentingnya suspensi maka tidak jarang orang membatalkan pembelian sebuah mobil gara-gara suspensinya keras. Karena sebagian besar calon pembeli mobil menginginkan mobil yang baru dibeli harus memberikan kenyamaan yang lebih baik. Bagi kaum muda yang menggunkan mobil pick up, sering mengubah fungsinya dari pengangkut barang menjadi mobil penumpang. Agar lebih nyaman dipasangkan ban radial dan cara- cara lain agar mobil makin nyaman.

Ketika Toyota Kijang pertama kali keluar, banyak orang mengatakan, mobil itu tak ubahnya kotak sabun yang diberi mesin. Penampilannya yang seperti kotak sabun, memberi kesan mobil itu keras dan kaku. Bentuknya memang kaku, dan sistem suspensinya tidak nyaman. Suspensi mobil ini banyak meniru mobil-mobil keluaran akhir abad ke-19 yang kini bisa dilihat di museum. Betapa tidak? Suspensi Kijang saat itu bukan menggunakan dua tumpuk per daun untuk roda, per spiral atau per torsi seperti yang kini terpasang pada roda depan Kijang, tetapi hanya menggunakan satu tumpuk per yang menghubungkan kedua roda depan. Teknologi sederhana pada Kijang keluaran tahun 1976 sampai 1986 ini masih bisa kita jumpai pada andong di Yogyakarta yang hanya menggunakan dua roda.

Namun, sistem suspensi Kijang tahun 1976 sampai 1986 ini mulai banyak diubah pemiliknya agar goyangan roda depan lebih lembut dan nyaman. Per daun depan yang melintang dilepas, kemudian pada setiap roda dipasang per spiral.

Mengubah Suspensi

Ubah mengubah sistem suspensi umumnya dilakukan pada bagian per. Mobil yang semula menggunakan per daun diubah menjadi per keong (spiral) atau per daun yang pendek diganti dengan per daun yang lebih panjang agar ayunannya lebih lembut.

Kijang yang menggunakan suspensi tipe Wishbone ini lebih banyak digunakan pada mobil penumpang, khususnya sedan. Konstruksinya bisa memungkinkan gerak naik turun secara bebas, serta naik turunnya roda seperti bergerak pada satu titik. Konstruksi ini nyaman dan aman untuk kecepatan tinggi. Semakin besar tekanan yang diterima, maka sudut kedua roda depan - kalau dilihat dari depan - akan membentuk sudut semakin besar dari arah mesin, sehingga jarak pijak antara

kedua ban depan lebih lebar.

Pada gambar dapat dilihat suspensi tipe Wishbone yang kini digunakan pada roda depan Kijang. Perubahan inilah yang meningkatkan kenyamanan yang sebelumnya dikeluhkan sebagai kendaraan yang kaku.

Suspensi ini terletak di bagian depan, sekaligus sebagai penunjuk ke arah mana mobil hendak dijalankan. Cara kerjanya yang selalu naik turun serta siap menerima benturan-benturan, maka bagian ini sering menggambarkan tingkat kenyamanan. Kelonggaran akibat keausan bagian-bagian suspensi - biasanya terjadi pada mobil bekas - tentu saja mempengaruhi kenyamanan. Lantas, apakah jarak sekian ribu kilometer yang tertera pada odometer merupakan angka yang sebenarnya? Apa saja yang membuat tingkat kenyamanan mobil merosot?

Uper Arm (pada gambar 1), lengan bagian atas yang bertugas menggandengkan roda depan dengan casis ini mempunyai beberapa komponen yang bisa rusak. Akibat tekanan berat mobil dan menahan benturan saat mobil dioperasikan, mengakibatkan beberapa bagian yang biasanya terbuat dari karet menjadi lebih longgar. Sekecil apapun kelonggaran itu, pasti akan berpengaruh pada suspensi.

Pada mobil-mobil keluaran tahun 1960-an, masih bisa dijumpai banyak bantalan terbuat dari tembaga atau kuningan. Bantalan dari tembaga atau kuningan itu, kini mulai banyak ditinggalkan karena bisa menyebabkan bunyi berisik (bunyi gludag-gludug). Perawatannya pun lebih sulit karena harus selalu diberi gemuk (yang dipompa) secara teratur. Ini berbeda dengan mobil-mobil keluaran sekarang.

Banyak bantalan sudah dibuat dari bahan karet yang berkualitas prima, tahan lama dan tidak perlu mendapat perawatan berkala dengan gemuk. Yang diperlukan hanya penggantian bantalan karet setelah menempuh sekian puluh ribu kilometer.

Karet (A) yang menjadi bantalan antara as (upper arm shaft) yang terkancing pada casis dengan upper arm itu pada suatu saat akan longgar. Kelonggaran yang terjadi akan menyebabkan bunyi berisik dan bisa merusak permukaan ban. Bagi teknisi atau pemilik mobil yang sudah sering memperbaiki mobil sendiri, biasanya mencari akal untuk menghilangkan kelonggaran itu. Umumnya mereka menggunakan bekas ban mobil sebagai alas. Meski hasil kutak-katik ini tidak sekuat

aslinya, namun dapat mengatasi persoalan itu untuk sementara. Sebaliknya, bagi pemilik mobil atau sopir yang ceroboh, membiarkan kelinggaran ini tanpa berusaha memperbaiki, dan pada suatu saat karet itu akan hancur. Apabila hal ini terjadi, maka akan merusak upper arm dan shaft yang terbuat dari metal yang nota bene lebih mahal harganya dibanding harga bantalan karet.

Pada bagian ini ada bagian untuk penyetelan roda depan (front wheel alignment) dengan memberikan lapisan-lapisan tipis berbentuk huruf U (tanda E). Asal Anda bisa memasang kembali seperti semula tanpa menukar satu sama lain, umumnya alignment roda depan dapat kembali baik.

"Ball joint"

Bagian lain yang menyebabkan menurunnya kenyamanan pada suspensi roda adalah ball joint. Ball joint dapat dibandingkan dengan siku lengan. Bisa bergerak ke semua arah dengan leluasa. Hal itulah yang menyebabkan roda depan bisa berputar dengan leluasa.. Bagian dalam ball joint ada bola dan per yang menekan, sehingga terasa kokoh dan seret. Pada mobil-mobil lama, ball joint secara teratur mendapat perawatan. Setiap 5.000 km, biasanya dimasukkan gemuk. Berbeda dengan mobil-mobil Jepang saat ini, ball joint itu tidak perlu mendapat perawatan dengan gemuk. Ada yang bagian dalamnya dilapisi plastik yang tahan terhadap tekanan, bahkan ada pula yang tidak dilengkapi dengan per. Perubahan-perubahan ini memang memberi kenyamanan yang lebih dibanding sistem lama, dan

ternyata dalam penggunaan yang normal, bisa lama bertahan. Kondisi jalan yang makin mulus dan kesadaran sopir yang rajin merawat mobil, amat menunjang keawetan pemakaian suatu komponen mobil.

Ball joint yang rusak akan menimbulkan bunyi berisik pada roda depan. Bunyi-bunyi benturan akan terasa makin keras, seiring dengan tingkat kerusakan ball joint. Berbeda dengan lengan manusia yang terus ada pertumbuhan dan pergantian sel yang rusak, tidaklah demikian untuk ball joint. Ball joint yang rusak harus diganti yang baru. Ball joint yang tidak diganti pada suatu tingkat tertentu, justru akan menyebabkan hilangnya kendali. Saat mobil Anda berjalan

pada kecepatan antara 40 - 80 km per jam, sekonyong-konyong roda kemudi bergetar keras dan Anda harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menahannya. Kejadian ini bisa Anda saksikan saat berpapasan dengan mobil-mobil tua. Roda depan meliuk-liuk dengan cepat, dan biasanya baru normal kembali setelah kendaraan diperlambat. Sampai tingkat ini, Anda yang bijaksana, seharusnya segera mengganti ball joint baru. Berbeda dengan bantalan karet yang masih bisa diakalin, maka hal serupa tidak bisa dilakukan pada ball joint.

Sama halnya dengan upper arm, maka lower arm pun dilengkapi bantalan karet (C). Bagian ini juga bisa diakalin kalau mau menghemat atau menunda penggantian baru. Banyak mobil tidak mengganti bagian ini sampai lebih dari 100.000 km, bahkan tidak pernah mengamati perlu tidaknya membuat mobil nyaman kembali. Hal

ini mungkin disebabkan, tidak pernah mencoba mobil baru atau sudah terbiasa dengan apa adanya. Terlepas dari semua itu, agar karet bantalan tidak cepat rusak, jangan sekali-kali mobil Anda disemprot, dilumasi dengan minyak, baik yang namanya oli plastik, solar atau bahan apa saja yang terbuat dari minyak bumi yang dulu disebut doorsmer. Cairan ini akan merusak bantalan karet. Padahal, banyak bagian mobil yang terbuat dari karet.

Bagian lain yang bisa aus akibat penggunaan adalah bearing roda dengan as (D). Bearing roda bisa diganti secara teratur, karena bagian ini selalu berputar. Namun tidak demikian dengan as, tempat dudukan bearing. As yang sudah mengecil, menyebabkan bearing tidak pas alias longgar. Kelonggaran ini ikut menyebabkan bunyi berisik pada roda depan. Teknisi yang berpengalaman, biasanya mengakali

bagian ini dengan memberi lapisan atau merekondisi ulang di bengkel mesin.

Anda tentu bertanya-tanya, di mana letak per dari Kijang. Tidak tampak per spiral atau per daun yang umumnya kelihatan. Sistem suspensi roda depan ada dua jenis, kalau dilihat dari per yang digunakan. Selain kedua per yang disebut, masih ada satu lagi yang disebut per torsion. Siswa STM Otomotif akan mengatakan per sistem puntir, karena batangnya (nomor 4) baja ini dikenal tahan terhadap

puntiran dan cukup kuat. Bahkan truk-truk tua semacam Times Trider juga menggunakan sistem ini untuk roda depannya.

Memang, kalau dibandingkan dengan spiral, per ini masih kalah lembut, paling-paling tidak lebih lembut dari per daun. Keuntungan dari sistem ini adalah bisa menyetel tinggi rendahnya bagian depan mobil. Asal setelah dibuat lebih tinggi atau lebih rendah, harus ada front aligment guna menyetel bagian yang berhubungan dengan upper arm (2).

Tidak kalah penting adalah sokbreker (D). Tanpa sokbreker, mobil Anda akan mentul-mentul mengocok perut dan bagi yang tidak tahan, bisa menguras isi perut. Pada Kijang, bagian ini gampang sekali diperiksa. Bagi yang ahli, bisa dengan hanya menggoyang-goyang bagian depan mobil. Apabila kembalinya (gerak naik) malas, tandanya sokbreker masih baik.Namun, agar lebih pasti, sokbreker bisa dilepas. Dengan cara dikocok, bisa diketahui masih normal atau tidak sokbreker mobil Anda. Kalau semakin cepat semakin tidak bisa ditarik, itu memandakan masih baik. Tetapi sampai tujuh kali masih biasa-biasa saja, boleh dipastikan sokbreker itu harus diganti baru.

Agar suspensi mobil Anda awet, hindari menjalankan mobil dalam kecepatan tinggi pada jalan yang rusak dan berbatu-batu. Goncangan keras yang terjadi terus menerus dan dalam waktu lama, akan menyebabkan bagian dalam sokbreker cepat rusak.(Martin T. Teiseran, ahli mekanik, pengarang buku otomotif, bekerja di Semarang)

Saturday, 22 December 2007

Solar Mahal Pakai “Irex”?

Suara Merdeka Jan 2003

Kenaikan harga bahan bakar khususnya solar menimbulkan gejolak sampai menimbulkan demonstrasi dimana-mana. Yang mengherankan adalah bukan demonstrasi pengerahan masa untuk menurunkan harga, akan tetapi “demonstrasi” merusakan mobil, baik oleh pemilik mobil itu sendiri maupun “dibohongi” oleh pengecer solar sepanjang jalan, dengan janji bahwa solar yang ditawarkan memiliki keunggulan, mesin lebih berenaga dan tokcer. Bagi pemilik mobil yang mengaplos mungkin disebabkan oleh ketidaktahuan. Memang benar dalam jangka waktu pendek tenaga mesin tampaknya bertambah, namun dampak pada mesin bisa merusak.

Bahan bakar diesel biasanya disebut “light oil” atau solar adalah hasil destilasih setelah bensin dan minyak tanah yang terbakar spontan pada 350 derajat celsius. Oleh karena itu solar memiliki persyaratan, mudah terbakar, tetap encer kendati dingin, memiliki daya pelumasan, memiliki kekentalan memadai dan memiliki sedikit kandungan sulfur. Biaya pembuatan solarpun lebih mahal dibandingkan dengan minyak tanah maupun bensin.

Apa dampak solar dicampur dengan minyak tanah minyak bakar pada mesin mobil? Bila solar digunakan untuk kompor sumbu, maka nyalahnya tidak sampai biru seperti minyak bakar karena solar mengandung pelumas.Minyak tanah tidak mengandung pelumas. Karena tidak mengandung bahan pelumas maka minyak tanah bila digunakan pada mesin diesel akan merusak beberapa bagian mesin, seperti; bosh- pom, injektor, piston dan ring piston.

Mengapa demikian? Minyak tanah yang sering kita gunakan untuk lampu petromax, dalam jangka waktu tertentu meninggalkan karbon di tiang lampu petromax. Oleh karena itu kita harus membersihkan, mengkorok, setelah itu baru lampu nyala normal kembali. Demikian pula bila minyak tanah masuk keruang kompresi, sisa karbon tersebut masuk ke cela- cela, suatu saat akan membuat ring piston macet. Selain itu, akibat pembakaran yang tidak sempurna, maka sisanya akan masuk ke karter dan bercampur dengan oli mesin. Oli yang mengandung campuran tersebut akan mempercepat ausnya bearing pada crank shaft (kruk as.

Untuk mendapatkan tekanan tinggi penyemprotan solar (115 – 175 kg/cm2) maka dibutuhkan pompa yang sangat presisi. Minyak tanah bercampur solar, akan merusakan boshpom. Padahal piston yang naik dan turun tersebut tidak dilumasi secara khusus dengan oli, melaingkan menggunakan solar itu pula sebagai pelumas. Kita bayangkan pompa dragon yang ada di sumur, suatu saat kita gunakan untuk memompa air yang bercampur dengan lumpur, akibatnya dalam waktu yang tidak lama karet dan selinder pompa dragon tersebut akan rusak, dan tidak mampu lagi untuk memompa air. Hal serupa bila bahan bakar solar dicampur dengan minyak tanah, komposisi pelumasnya berkurang, akibatnya piston dan selinder ikut aus dan dalam waktu tertentu akan terjadi panas dan pelunyer menjadi macet serta mobil mogok.

Penggunaan campuran solar dan minyak tanah berdampak sangat buruk terhadap mesin. Biaya turun mesin, memperbaiki boshpom dan terjadinya mobil mogok ketika sedang bekerja sangat merugikan. Oleh karena itu, jangan sekali- kali mencampur minyak tanah dengan solar.