Friday, 21 December 2007

Starter Tidak Mulus

(Harap mulai baca email mulai dari bawah)
Tulisan berikut adalah tanya jawab lewat email, bisa menjadi referensi bagi yang mengalami masalah starter.
Pak Lucky, goyangnya beberapa kali saja (2-3x), agar gigi fly wheel, roda
gila sudah sedikit bergeser sehingga ketika gigi starter maju bisa masuk ke
gigi roda gendeng dan arus aki kontak. Sering kali hanya buka dan bersihkan
bendik (switch starter) dan pasang kembali sudah sembuh. Kalau starter
masih berputar, artinya gulungan masih bagus, jadi tidak perlu gulung lagi.
Tidak perlu waktu lama mungkin 3 jam, kalau teknisi Jakarta bisa lebih
cepat.
Salam hangat saya
Martin T Teiseran- hp 085 225 906 697
Kunjungi: http://martin1948.blogspot.com
----- Original Message -----
From: "Lucky-Abdul MALIK"
To:
Sent: Monday, November 12, 2007 1:39 PM
Subject: Re: tidak mau starter
> Pak Martin,
>
> Terima kasih sarannya.
> Tanggapan saya warna biru dengan kalimat italic dan warna font biru.
> Btw, saya di Jakarta pak.
> Salam,
> Lucky

> Selamat siang sdr Lucky
> Sebelum start coba masukan gigi 2 dan mobil di goyang-goyang. Tapi tidak
> putar kunci kontak. Maksudnya agar gigi starter dengan gigi motor starter
> menyesuaikan diri sehingga waktu kunci kontak di putar motor mau berputar.
> Ketahuilah bahwa motor baru mau terputar kalau gigi sama gigi starter dan
> fly wheel saling masuk baru arus aki jalan untuk memutarkan mesin.
> Lakukan
> beberapa kali.
>
> Pak Martin, maksudnya mobil digoyang2 nya beberapa kali ya saat gigi 2
> masuk??.

> Kalau mau, artinya anda mesti servis motor starternya.
> Kalau aki mobil anda bagus (kurang dari 2 tahun) dan ketika didorong mau
> hidup saya perkirakan penyebabnya ada pada motor starter. Namun sebelum
> melakukan semua itu, coba periksa kepala aki, bersihkan dan kencangkan.
> Dari penjelasan terakhir, bahwa kalau kontak di coba berkali-kali mau, yah
> itu, gigi-sama gigi yang saya sebut tadi sudah saling menyesuaikan diri.
> Silahkan bongkar saja ke bengkel dinamo, murah dan tepat orangnya.
> Kalau aki sudah kurang lebih 2 tahun dan syukur nggak pernah masalah
> mengalami kekeringan.

Sedangkan
> kepala aki saya sudah cek pagi tadi dan juga tidak masalah dengan
> cengkramannya (sudah cukup kuat)
> serta kerak2 nya relatif sudah tidak ada karena beberapa waktu lalu saya
> juga sempat siram dengan
> air panas. Jadi kemungkinannya seperti bapak bilang ya atau dugaan saya
> yaitu dinamo nya.
> Pertanyaan saya, apakah kalau kerusakan dinamo harus selalu digulung cara
> mengatasinya dan berapa
> lama waktu perbaikannya? Wah maaf dengan banyaknya pertanyaan saya.
> Salam hangat saya
> Martin T Teiseran- hp 085 225 906 697
> Kunjungi: http://martin1948.blogspot.com
> ----- Original Message -----
> From:
> To:
> Sent: Monday, November 12, 2007 10:02 AM
> Subject: tidak mau starter
>
>
>> Pagi pak Martin,
>>
>> Saya dapat alamat email bapak lewat blog bapak di
>> http://martin1948.blogspot.com/search?q=dinamoo+starter.
>> Kalau tidak keberatan, saya mau konsultasi mobil kijang saya LSX 1999
>> akhir.
>> Sejak kemarin, kijang saya tidak bisa di starter. Kalau mau starter
>> selalu
>> hanya bunyi tek ..... tek. Tapi kalau didorong sedikit maka dengan mudah
>> kijang hidup. O ya, sebelum peristiwa ini, sudah cukup lama juga mobil
>> tidak mau starter. Tetapi kalau kunci kontak kita coba berkali-kali, maka
>> mobil dapat starter.
>> Pertanyaannya, apakah kerusakannya ada di dinamo starter nya pak? Kalau
>> saya lihat aki nya sich masih ok alias tidak kering.
>>
>> Mohon respons bapak dan terima kasih atas perhatiannya.
>>
>> Salam
>> Lucky

Thursday, 20 December 2007

Bengkel Suruh Ganti Macam Macam

Suara Merdeka Maret 2003.
Saya suka membaca “Tips Oto” di Suara Merdeka hari Rabu. Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan menyangkut mobil saya. Saya bekerja dengan mobilitas tinggi dan sengaja pilih Katana tahun 95, karena sering berada di lapangan yang kondisinya macam- macam.
Sekitar 6 bulan ini, setelah Switch temperatur diganti orang bengkel, suhu mesin jadi tidak normal. Lima belas menit mesin hidup, jarum meter temperatur mendekati garis tengah. Begitu AC dihidupkan jarum langsung melebihi garis tengah (3/4 skala meter). Kemudian water pump bocor, air reservoir setiap hari jok/nyaris kering.

Setelah waterpump diganti, kondisi air normal kembali. Bersamaan dengan itu radiator dikorok, teknisi sarankan kipas diganti daum yang lebih banyak, posisi daun didekatkan ke radiator. Cilinder kop sudah di slep. Semua pekerjaan sudah dilakukan akan tetapi temperatur tetap tinggi.

Saran bengkelpun bertambah: radiator minta diganti, cilinder kop ganti baru (Rp 4.500.000) Saya jadi bingung, mohon petunjuk dan rasannya. Terima kasih. Heru Chris Amr, Jl Jl Bukit Panjangan Asri. Blk I/17 Semarang Barat.

Wah, gawat. Anda datang ke dokter dan dokter menyarankan mecam- macam obat bahkan sampai operasi yang akhirnya membuat bingung, dan kehilangan kepercayaan pada dokter lalu kemudian mau kemana lagi?

Pertanyaan yang utama adalah, apakah hanya dengan mengganti switch temperatur Katana Anda menjadi demikian gawat? Sesungguhnya switch hanya petunjuk (Indikator/ worning) yang kan memberikan tanda kalau terjadi sesuatu yang tidak beres. Jadi switch temperator bukan sumber penyebab mesin panas.

Saya menduga mesin Katana tersebut memang panas, dan seharusnya tidak perlu mengganti switch. Mesin panas bisa karena kebocoran (seperti slang bocor, pompa, atau radiator). Seperti keterangan yang Anda tulis, bahwa setelah ganti water pump baru kondisi air normal kembali. Nah kalau radiator sudah di gorok tentunya masih bisa dipakai kembali. Biasanya tukang radiator mengatakan masih pantas atau tidak radiator tersebut di gunakan.

Saran saya, pertama karena selinder kop sudah dislep maka minta bengkel pasang doubel paking selinder kop, agar pebandingan kompresi menjadi lebih rendah. Biasanya setelah selinder kop dislep mesin menjadi lebih panas. Kedua pasangkan tambahan kipas listrik pada bagian depan dari radiator. Perhatikan, arah kipas, hembusan angin harus mengarah ke radiator. Anda sering berjalan perlahan dijalan yang kurang halus maka hembusan angin dari depan kurang kuat, sehingga pendinginan kurang normal. Oleh karena itu penambahan kipas listrik akan sangat membantu. Kipas yang ditambahakan tersebut juga memiliki kelebihan yaitu walaupun jalan macet putarannya selalu tinggi.

Keluhan Katana panas sering terjadi di kota- kota besar dimana terjadi jalan macet. Ketika itu putaran mesin rendah sehingga pendingan mesin tidak baik, apalagi ketika mobil tidak bergerak maka tidak ada angin dari depan untuk mendinginkan radiator..

Dari tahun pembuatan, mobil Anda seharusnya masih bagus. Kalau Anda sudah pakai lebih dari 6 bulan dan sekarang baru over panas, saya kira mobil tidak terawat dengan baik ketika di tangan Anda. Akan tetapi bila sejak bulan pertama Anda sudah mengeluh soal panas tersebut saya pikir ada yang tidak beres pada mesin mobil tersebut.. Coba dibawah ke bengkel resmi Suzuki, saya harap dengan demikian kebingungan Anda bisa berakhir.

Masalah Ban Truck

Suara Merdeka Januari 2003
Purnama, Jl Mertoloyo 108 Tegal: Membaca harian Suara Merdeka, Rabu 06 Nopember 2002 pada kolom Tips Oto tentang Perlakukan Ban Secara Benar, kami sangat tertarik, sehubungan dengan itu ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan:

1. Mengapa pada L 300 kalau dipasangkan ban semi radial, pada sisi kanan- kiri (luar) lebih dahulu tipis dibandingkan dengan bagian tengahnya, apa penyebab dan dan bagaimana cara mengatasinya?
2. Kendaran berat antara 15 sampai 20 ton dan tronton 27 ton, berapa ukuran ban yang cocok, apakah 900-20 atau 1000-20 ? Pada kendaraan berat, kembangan, permukaan ban tidak habis secara merata, bagaimana mengatasinya?
3. Untuk fulkanisir ban truk mana yang lebih cocok? Panas atau dingin? Kemudian bagaimana mengatasi ban agar tidak pecah?
4. Dimana saya dapat mendapatkan buku petunjuk tentng penggunaan ban?

Jawab:
Bapak Purnama, saya salut deh, Anda sungguh memperhatikan perawatan tentang ban. Banyak pihak kurang perhatikan hal ini, pada hal harga ban semakin mahal, dan lebih dari itu, ban yang pecah mendadak bisa membahayakan jiwa manusia.

Saya menduga L 300 yang Anda maksud bemuatan berat, melebihi daya dukung dari ban, mengangkut hasil bumi dan sebagainya. Tentang ban, bila kita menggunakan ban semi radial, sebagai contoh ban techno 248, pada sisi ban ada tulisan: 185/80R.14 dan bagian lain ada tulisan beban max 615 kg pada tekanan angin ban 35 psi. Tekanan angin ban tersebut harus 35 psi agar bisa mendukung mobil secara keseluruhan yang beratnya 4 x 615 kg = 2. 460 kg (maksimum). Maka ada dua penyebab ban makan kiri kanan sedangkan bagian tengah kurang. Pertama berat kendaraan melebihi berat kemampuan daya dukung ban tersebut dan kedua tekanan angin tidak sampai 35 psi. Bila L300 dipakai untuk pekerjaan berat saya sarankan menggunakan ban bias dengan ply rating lebih banyak, sehingga tekanan angin bannya bisa lebih tinggi..

Untuk pertanyaan kedua, ban boleh saja diganti dengan yang lebih besar, karena dengan demikian daya dukungnya lebih besar, akan tetapi harus diperhatikan agar permukaan sesama sisi ban dibagian roda belakang tidak saling bergesekan. Karena gesekan antara kedua sisi bisa menyebabkan ban meledak akibat panas. Kembangan ban yang tidak rata bisa disebabkan oleh beban yang terlampau berat dan juga tekanan angin yang tidak maksimum. Truk gede, setiap pagi sebelum berangkat harus diperiksa tekanan angin angin, biasakan menggunakan tekanan maksimum yang diijinkan. Dengan cara ini umur ban lebih panjang dan lebih awet.

Ban vulkanisir dingin memiliki daya tahan dan daya tempuh yang lebih jauh, dibandingan dengan ban vulkanisir panas. Yang didingin, lapisannya sudah dipadatkan dan dicetak dipabrik, sehingga tinggal di lem saja, sedangkan vulkanisir panas, bahan mentahnya di sediakan di bengkel vulkanisr, sehingga tebal dan kepadatannya tidak standart. Tentu “ono rego ono rupo” Karena yang vulkanisir dingin lebih mahal dibandingan dengan cara panas..

Bila Anda memiliki armada yang banyak dan menggunakan ban secara tetap, maka biasanya toko ban bisa memberikan buku seperti yang Anda maksud. Brigestone, Dunlop maupun Good Year menyediakan buku tersebut, coba Anda minta ke toko langganan Anda, paling tidak difoto copy.

Tuesday, 18 December 2007

Kapan Harus Ganti Oli Power Steering

Suara Merdeka Januari 2003
Saya mempunyai mobil Kijang tahun 1997 ingin menanyakan, kapan saatnya harus mengganti minyak Power Steering. Karena dalam buku petunjuk/service tidak dicantumkan. Menurut petugas bengkel langganan saya, nanti pada km 60.000. Sedangkan pada buku bervice mobil Taruna milik saudara saya, dicantumkan penggantian minyak Power Steering setiap 20.000 km. Mohon penjelasan dan apa akibatnya vila penggantian terlambat. Kemudian kapan gandan dan transmisi diganti, dan apakah jenis olinya sama? Edy Setiawan, Jl HOS Cokroaminoto 2 Semarang.

Jawab: Oli powe steering memang harus diganti setiap 20.000 km, kalau sampai 60.000 km oli sudah kurang baik. Cara kerja power steering, untuk memindahkan roda ke kiri atau ke kanan digunakan tekanan oli dari pompa oli dengan tekanan yang tinggi. Supaya tidak terjadi kebocoran dan agar gerakannya smut maka digunakan seal dari karet. As dari power steering juga bersih dan halus sekali seperti dikrom. Semua itu dilakukan agar tidak ada kebocoran.
Oli mesin kita ganti setiap 5000 km, oli gardan setiap 20.000. Mesin lebih capat diganti karena ada pembaran dimesin, sedangkan gardan tidak. Kendati demikian, oli yang digunakan pada gardan, transmisi maupun pada power steering kalau sudah lebih dari 20.000 km, sudah mulai mengandung air dan endapan. Bila endapan dan air ini tidak segera dibuang maka lama- kelamaan akan menimbulkan karat pada as power steering, selanjutnya pasti merusah seal dan akhirnya keseluruhan sistem power steering rusak. Pada hal, biaya perbaikan power steering, harga gardan dan gigi transmisi juga cukup mahal.

Agus Sugito, Karangnongko 07/04 Ampel Boyolali: Saya menggunakan Corolla tahun 75 menggunakan velg ring 13, sudah selama 5 tahun “Tuhan” titipkan pada saya. Saat diservis di bengkel, termasuk rem namun setelah servis rem dari kedua roda depan saya merasa rem menjadi lebih berat. Beratnya sekita 4 kg, dan setelah satu bulan saya tanyakan ke bengkel katanya itu biasa. Apakah disc brake dan apakah selalu harus menempel? Apakah ada toleransinya? Bisakah dibuat tidak menempel terus? Apakah rem tangan itu dan bagaimana cara kerjanya?

Terima kasih sdr Agus, pertanyaan Anda baik sekali. Cara kerja disc brake seperti uang seratusan perak. Digelindingkan dan kemudain gunakan jari jempol dan telunjuk untuk menjepit, uang tersebut pasti berhenti. Karena kampas menjepit piringan maka cara kerjanya setelah pedal rem dilepas piringan tersebut akan mendesak brake path (kampas rem) merenggang terhadap piringan (disc). Kalau ada kemacetan maka kampas remnya tidak mau kembali akibatnya terjadi panas dan bau sangit. Kalau mobil Anda selama ini tidak ada bau sangit saya yakin sistim rem depannya normal. Atau coba jalan yang menurun pedal rem ditekan, transmisi fee, kalau mobil mau spontan ngelinding lagi, tandanya rem mobil Anda normal. Bila sebaliknya maka segeralah ke bengkel.

Sempai saat ini cara kerja disc brake masih seperti itu, kedua kampas rem menjepit piringan rem, dan baru merenggang setelah pedal rem dilepas. Di bagian itu tidak per yang bisa menekan atau menarik kampas rem seperti sistem rem tromol.
Rem tangan digunakan ketika parkir atau berhenti untuk sementara di lampu pengatur lalu lintas. Corolla Anda menggunakan rem belakang sebagai rem tangan. Ada kabel yang dihubungan ke roda, ketika rem ditarik secara spontan terjadi pengereman.

Monday, 17 December 2007

SISTEM KEMUDI RINGAN,

KOMPAS, Kamis, 04-04-1996. Halaman: 16
KEBUTUHAN UNTUK KENYAMANAN BERKENDARAAN

SAMA seperti perangkat penyejuk udara (AC) yang kini sudah merupakan perlengkapan standar mobil penumpang, begitu pula power steering. Perangkat power steering ini sudah menjadi perlengkapan standar pada beberapa merek mobil.
Selain itu, kini ada kecenderungan, mobil penumpang kecil sekalipun sudah dilengkapi power steering. Dengan perangkat power steering, sistem kemudi dapat digerakkan dengan ringan.

Tidak mengherankan bila perlengkapan power steering segera dijadikan bagian promosi yang ingin menggambarkan keunggulan produk mobil.
Dalam berbagai percakapan, muncul keluhan dari pengemudi, bahwa stang kemudi terasa berat bila kendaraan tidak dilengkapi power steering. Stang kemudi itu lebih terasa berat bila pengemudi akan memarkir kendaraannya, apalagi bila ban mobil sudah diganti dengan ukuran yang lebih besar dan lebar. Maklum, permukaan ban yang lebih lebar itu menyebabkan kemudi menjadi lebih berat. Karena itu, perlengkapan power steering yang dulu hanya dipasangkan bila ada permintaan khusus dari pemilik, kini sudah menjadi perlengkapan standar.

Cara kerja kemudi
Semua mobil pasti dilengkapi dengan kemudi. Cara kerjanya bermula dari roda kemudi (stir). Roda kemudi yang diputar pengemudi di tengahnya ada as utama yang menjulur ke ruang mesin. Lewat as utama yang ada di tengah- tengah roda kemudi, gerakan itu akan sampai ke kotak gigi
kemudi (gear box), dan akan bereaksi memutar sistem stir. Baik pada sistem stir gear box maupun rack and pinion, keduanya membutuhkan as utama. As ini bisa terpotong-potong menjadi beberapa bagian tergantung situasi ruangan yang ada di ruang mesin. Bagi Jeep, as berkemungkinan

berbentuk sebuah batang panjang karena ruangan cukup longgar. Namun bagi mobil dengan penggerak roda depan (Front Wheel Drive), kita jumpai bisa dipotong menjadi tiga bagian. Satu sama lain disambung dengan semacam kros join. As dipotong-potong karena perlu ditekuk-tekuk, disesuaikan situasi ruangan mesin.
Dengan adanya roda kemudi (stir), as utama dan kotak roda gigi penggerak, maka ban dan roda mobil bisa berputar sesuai kehendak pengemudinya.
Dalam perkembangannya, kemudi terus mengalami perubahan. Dari waktu ke waktu, tuntutan akan kemudahan dan kenyamanan terus meningkat. Demikian halnya dengna sistem kemudi mobil. Teknologi pengoperasiannya juga terus dikembangkan. Kemudi yang semula menggunakan kotak roda gigi, kini banyak yang menggantinya dengan sistem rack and pinion yang lebih responsif dan ringan. Meski cara kerja kemudi rack and pinion ini sudah ringan, namun dirasakan belum cukup. Masih terasa berat, khususnya bila mobil hendak diparkir di tempat sempit. Maka pilihan jatuh pada power steering, untuk meringankan pemutaran roda kemudi.

Pertanyaan yang muncul, apakah mobil-mobil lama bisa ditambahi power steering, sehingga tidak kalah nyaman dibanding mobil baru lainnya?
Perlu diingat, setiap kenyamanan membutuhkan tambahan biaya, baik untuk mengubah maupun saat pengoperasian. Juga pemilik mobil ber-power steering harus menyediakan biaya ekstra bila alat itu mengalami kerewelan, dan harus siap bila pemakaian bahan bakar meningkat.
Penggunaan power steering menggunakan tenaga langsung dari poros engkol. Pompa power steering yang langsung menggunakan tenaga putaran poros engkol (kruk-as) ternyata menyedot cukup banyak tenaga mesin. Dengan demikian, penggunaan bahan bakar pun meningkat sekitar 10 persen.

Cara kerja power steering amat sederhana. Perpindahan fluida (minyak power steering) akibat tekanan pompa. Fluida yang berpindah dari satu sisi ke sisi lain mengebabkan pergeseran kedudukan gigi pada sistem roda gigi kemudi. Pergeseran inilah menggerakan roda ke kiri atau kekanan sesuai kehendak pengemudi mobil.

Dua macam kemudi
Selama ini, mobil-mobil yang beroperasi di jalan raya di Indonesia menggunakan dua jenis sistem penggerak power steering. Pertama sistem yang mekanisme penggerak power steering-nya lewat pompa hidraulik, dan kedua menggunakan sistem elektronik. Kedua sistem ini diterapkan dengan baik untuk kemudi yang menggunakan gear box maupun pada stir yang menggunakan rack and pinion.
Dari kedua sistem kemudi, rack and pinion dan sistem kotak roda gigi, kini yang banyak digunakan adalah sistem rack and pinion.

Pemasangan "power steering"
Dari kedua sistem kemudi yang ada, sistem kemudi yang menggunakan kotak roda gigi lebih mudah ditambahi power steering. Namun ini bukan berarti tidak ada kesempatan bagi yang menggunakan sistem kemudi rack and pinion, karena mobil yang menggunakan sistem ini, biasanya tersedia pula power steering yang sudah didesain dan tinggal pasang.
Maka perbedaan pada keduanya adalah, bagi model kotak roda gigi kemudi bisa dipasangkan pada semua jenis mobil sedangkan model rack and pinion hanya pada mobil yang sama. Seandainya bisa pun, membutuhkan banyak perubahan.

Berbeda dengan power steering cara kotak roda gigi, pada model ini, perubahannya cukup sampai ke kotak roda gigi, tidak sampai ke tangkai penggerak roda. Maka model inilah yang paling banyak dipakai untuk mengubah mobil dari tanpa power steering menjadi berpower
steering.

"Power steering"
kotak roda gigi
Cara pemasangannya pun lebih mudah, dan yang penting carilah bengkel yang mampu memasang power steering dengan baik. Tanyakan dengan rinci, mungkin tidaknya mobil Anda dilengkapi power steering. Untuk mobil bermodel bonet, di mana mesin mobil ada di bagian depan sopir, power steering lebih mudah dipasangkan, dibanding mobil yang mesinnya terletak di bawah jok pengemudi. Ruangan yang sempit, sering mengakibatkan kegagalan pemasangan power steering.

Setelah mendapatkan perangkat power steering yang cocok, baik bentuk dan besarnya nyaris sama dengan kotak roda gigi kemudi yang lama, biasanya pekerjaan penggantian bisa dimulai. Penting bagi para teknisi adalah membuat kedudukan perangkat power steering yang pas dan
kokoh. Dudukan kotak roda gigi kemudi harus kuat dan tidak kocak agar tidak terjadi kelonggaran saat mengemudikan mobil. Kelonggaran pada sistem kemudi bisa menyebabkan mobil tidak stabil.

Antara roda kemudi ke kotak roda gigi kemudi biasanya diadakan pengurangan panjang as utama. Bagian ini akan dipotong dan dipasang kembali dengan penyambung. Beruntung bagi Anda yang mobilnya dilengkapi kopling karet atau kros join antara as utama dengan kotak roda gigi kemudi, karena upaya memotong dan mengubah penyambungan bisa dilakuka ndengan lebih muda.

Kondisi ini dapat dijumpai pada Kijang lama, dan dapat lebih mudah dibedakan pada tangkai pemindahan gigi transmisi. Tangkai yang bengkok menggunakan kotak roda gigi, sedangkan tangkai yang lurus, sudah menggunakan rack and pinion.

Anda juga harus menghitung akibat pemasangan power steering, bila dilakukan tidak tepat. Selain pemasangannya harus kokoh, juga perlu diperhatikan panjang tali kipas dan simetrisnya tali kipas, agar kerja pompa tidak mengganggu mesin. Umumnya, untuk menggerakkan pompa power steering dipasangkan tambahan puli pada poros engkol. Puli pada poros engkol juga mempengaruhi ringan beratnya power steering sekaligus mempengaruhi pemakaian bahan bakar. Puli pada poros engkol yang besar menyebabkan pemakaian bahan bakar lebih banyak dibanding puli yang lebih kecil. Maka bagi bengkel yang sudah berpengalaman, secara rinci akan menawarkan kepada Anda pilihan yang terbaik. Puli poros engkol yang lebih kecil bisa menghemat bahan bakar sampai 12 persen.

"Rack and pinion"
Bila dilihat dari cara kerjanya, sistem rack and pinion lebih sederhana, begitu pula tampilan fisiknya. Bagi yang mengetahui cara kerja hidraulik, dengan mudah bisa memahami cara kerja sistem rack and pinion. Pompa yang mampu memberi tekanan yang besar, memudahkan
pergerakan stir. Cara memindahkan oli dari satu sisi ke sisi lain, bisa menggerakkan stir ke arah mana yang akan dituju.

Meski tampilannya sederhana, komponen yang stu ini peka terhadap kebocoran. Seperti cara kerja hidraulik, keutamaannya ada pada sekat yang menjamin tidak terjadi kebocoran. Bila terjadi kebocoran, maka sistem power steering pun rewel.

Bagi mobil-mobil keluaran setelah tahun 1991, misalnya Kijang Grand maupun Super Kijang G, umumnya sudah menggunakan rack and pinion. Karena itu, untuk mobil-mobil ini lebih mudah dilengkapi dengan power steering, karena tinggal melepas model kemudi lama dan memasang kemudi model power steering, dan kedudukannya pun tidak berubah.

Elektrikal
Cara kerja power steering juga dapat dikatakan sederhana. Power steering yang dipasang pada Mazda van Trend, digerakkan oleh sebuah motor listrik. Pada roda kemudi, diputar motor yang akan membantu mendorong as utama, sehingga roda kemudi terasa lebih ringan. Maka prinsipnya sama dengan cara kerja hidraulik, dan yang membedakan hanya penggeraknya. Yang satu menggunakan tenaga poros engkol, yang lain menggunakan arus listrik altenator yang tersimpan di aki.

Pertanyaannya, bisakah dipasang pada mobil Anda? Secara teoritis salah satu dari ketiga contoh itu dapat dipasangkan pada mobil Anda. Tinggal, apakah ruangan dan konstruksi memungkinan komponen itu dipasang pada mobil Anda. Para teknisi dengan mudah bisa memasang asal Anda bersedia menerima perubahan pada mobil Anda.

Tidak semua mobil perlu banyak mengalami perubahan, karena ada yang sudah direncanakan untuk dan tanpa power steering. Umumnya mobil Jepang bisa diubah-ubah dengan biaya antara Rp 2 juta sampai Rp 3 juta.
(Martin T. Teiseran, ahli mekanik, penulis buku otomotif, bekerja di Semarang)

Perbaikan Power Steering


Kalau sistim power steering bocor khususnya dibagian bawa maka penyebabnya adalah seal oli rusah. Untuk mengganti dengan seal kit yang baru perlu alat khusus. Teknisi tidak bisa kerja tanpa alat ini. Kalau salah, seal rusak dan mesti ganti seal baru lagi. Mahal lagi. Kalau beli kit yang orisinil, karena yang imitasi tidak tahan lama, menggantinya repot lagi.
Untuk menghindari percepatan kerusakan maka harus mengganti secara teratur oli power steering setiap 20.000 km.

Sunday, 16 December 2007

Ingin Pasang ABS pada Zebra 1995

Suara Merdeka Oktober 2002.
Pak Martin, apakah mobil Daihatsu Zebra 1995 dapat dilengkapi dengan ABS. Apakah penambahan alat tersebut cukup bermafaat atau malah mubasir dan kira- kira berapa biayanya serta rumitkah untuk memasangnya? Apa untung dan ruginya menambah cairan octan booster pada bensin? Kaslasu hendask mencuci mobil, bagian apa saja yang tidak boleh kena air? Agus Widarto 081 5651 88XX.

Kalau dilihat dari Fax, nampaknya teman kita ini dari Hagabank Semarang. Terima kasih atas Fax Anda. Tentang ABS ceriteranya panjang, bisa diumpamakan seperti kondisi rumah. Kalau dirumah belum ada jaringan listrik PLN, maka perlatan seperti VCD, TV, Kulkas dan semua peralatan yang membutuhkan sumber tenaga listrik tidak bisa dimanfaatkan. ABS pada mobil adalah satu bagian yang ikut digerakan oleh ECU (Electronic Computer Unit).
Setelah mobil memiliki ECU, maka pada setiap roda harus ada sensor. Sensor melakukan tugas memberikan informasi tentang putaran roda ketika pengereman terjadi kepada ECU. Setelah dikelolah ECU, maka komputer memerintahkan kepada actuator, komponen mobil seperti pompa untuk mengirimkan/ mendistribusikan oli rem bertekanan, yang pasti berbeda- beda sesuai dengan kebutuhan setiap roda ke tiap-tiap roda. Inilah penjelasan singkat dan bila ingin memasangkan ABS kepada Zebra maka pekerjaan itu akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bila dilihat manfaatnya, jelas ada. Untuk menjaga agar mobil tidak slip sehingga berputar membalik arah ketika pengereman mendadak khususnya pada mobil yang dipacu pada kecepatan tinggi dan pengereman mendadak. Cuman, keinginan untuk dipasangkan pada Zebra 95, pertanyaannya apakah cucuk?

Penambahan oktan booster, memang bermanfaat, karena dengan demikian oktan bahan bakar menjadi lebih tinggi. Kalau oktan bahan bakar tinggi, dan bila mesin distel sesuai dengan oktan tersebut, maka mesin menjadi lebih bertenaga dan jarak tempuh menjadi lebih jauh, singkatnya hal ini akan meningkatkan kenyamanan. Yang penting dikalkulasi, dibandingkan dengan jarak tempuh dan harga apakah bisa lebih hemat. Kerugiannya, biasanya octan booster ada kimia beracun yang menambah polusi udara yang kita hirup.

Kalau hendak mencuci mobil, bagian yang paling penting yang tidak boleh kena air artinya harus kering (kalau toh kena air asal bisa dikeringkan pakai kopresor) adalah, kabel- kabel tegangan tinggi disekitar koil, busi, kabel dan distibutor. Ada 3 sampai 4 kabel di koil, yang bisa terjadi sort (korsluiting), oleh karena itu tidak boleh ada air disekitarnya. Bagi mobil lama, dimana seal sudah rusak, distributor yang kena air bisa merepotkan. Karena bisa terjadi pengembunan didalamnya, oleh karena itu jangan menyemprotkan air langsung ke distributor (delko). Ujung kebel busi yang menyambung ke busi juga harus kering, bila tidak akan terjadi sort.